Penentuan ‘Amaliatu Al Tadris untuk Santri Akhir Tahun

‘Amaliatu Al Tadris adalah suatu kegiatan praktek mengajar yang dilaksanakan santri akhir tahun secara terbimbing untuk mendapatkan keterampilan dalam memberikan pembelajaran dan ditempuh dalam waktu yang telah ditentukan.

Sebelum penentuan dan menerima Surat Keputusan Pimpinan Pondok tentang ‘Amaliatu Al Tadris, santri akhir tahun harus membuat proposal ‘Amaliatu Al Tadris yang berisikan pengajuan 5 jenis mata pelajaran. Selanjutnya Pimpinan Pondok menentukan mata pelajaran dan ustadz/ustadzah pembimbing bagi tiap-tiap santri akhir tahun.

‘Amaliatu Al Tadris merupakan salah satu syarat kelulusan santri akhir tahun SMP – SMA Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara. Oleh karenanya ‘Amaliatu Al Tadris menjadi hal yang paling menegangkan bagi santri akhir tahun adalah penentuan ‘Amaliatu Al Tadris. Begitu pula yang dirasakan oleh “Dream Generation”, santri akhir tahun 2018-2019 Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara.

Santri akhir tahun 2018-2019 yang juga menjabat sebagai Mu’allim, Dream Generation, bekerja keras dalam pembuatan proposal ‘Amaliatu Al Tadris. Berulang kali proposalnya yang diserahkan kepada Sekretaris Kurikulum harus direvisi. Akhirnya setelah 1 bulan, proposal mereka diterima dan diverifikasi oleh Sekretaris Kurikulum selanjutnya diserahkan kepada Pimpinan Pondok.

Perjuangan para santri akhir tahun yang sangat berat karena di samping menyusun proposal ‘Amaliatu Al Tadris, mereka juga harus tetap berkonsentrasi penuh dalam menjalankan roda organisasi pondok yang mana Mu’allim adalah tingkatan tertinggi dalam organisasi sehingga tanggung jawab dalam menjalankan sunnah pondok ada dalam pundak mereka. Dengan rahmat Allah SWT. pekerjaan berat tersebut satu demi satu tertunaikan dengan baik. Begitu pula dengan membuat proposal ‘Amaliatu Al Tadris.

Puncaknya adalah tanggal 30 Oktober 2018. Didampingi sekretaris kurikulum, Pimpinan Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara memberikan nasihat-nasihatnya kepada seluruh santri akhir tahun, agar senantiasa fokus dan serius dalam menghadapi bentuk-bentuk pendidikan di pondok tercinta.

Setelah menerima nasihat dari Pimpinan Pondok, para santri akhir tahun mendapatkan pula pengarahan dalam mempersiapkan ‘Amaliatu al Tadris tahun pelajaran 2018-2019 dari sekretaris kurikulum. Secara garis besar ada 4 aspek penilaian di dalamnya yakni:
1. Al Ahwal
2. Al Alhan
3. Al Maddah
4. Al Thariqah

Saat yang mendebarkan pun memuncak dengan dibagikannya amplop yang berisikan Surat Keputusan Pimpinan Pondok tentang penentuan mata pelajaran dan ustadz/ustadzah pembimbing di program ‘Amaliatu al Tadris tahun pelajaran 2018-2019.

Para santri akhir tahun ada yang bergembira karena penentuan mata pelajarannya sesuai dengan keinginannya, ada pula yang tertunduk karena penentuan mata pelajarannya tidak sesuai dengan keinginan hatinya. Namun, itu semua hanya sesaat. Dream Generation harus menatap ke depan. SK tersebut adalah awal perjuangan mereka dalam menempuh program ‘Amaliatu al Tadris.

Semangat….
Optimis…
Bekerja Keras…

Semoga lelah kamu semua menjadi lillah…

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!

Upacara Bendera di SMP-SMA Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara

Setiap hari Senin, di setiap lembaga pendidikan dilaksanakan kegiatan Upacara Bendera pada pagi hari. Begitu juga di SMP – SMA Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara, upacara bendera sudah menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari Senin.

Kali ini Kelas 4 mendapat giliran menjadi petugas upacara. Ada 17 orang dari santri/santriah kelas 4 yang terpilih menjadi petugas upacara. Mereka bertugas sebagai (1) pembaca tata upacara bendera (MC); (2) pengatur upacara; (3) pemimpin upacara; (4) pembawa teks Pancasila (ajudan); (5) pengibar bendera (3 orang); ( 6) pembaca UUD 1945; (7) pembaca doa; (8) pembaca ikrar santri (9) konduktor/dirigen; dan (10)  pemimpin pasukan (6 orang). Sementara yang belum terpilih menjadi petugas tersebut, bertugas sebagai tim paduan suara.

Upacara bendera setiap hari Senin merupakan kegiatan wajib yang harus dilaksanakan oleh seluruh sekolah, baik sekolah negeri maupun swasta. Kewajiban ini berdasarkan Permendikbud RI Nomor 23 Tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti (PBP).

Upaca Bendera hari Senin mempunyai manfaat yang sangat baik bagi upaya penumbuhan budi pekerti dan karakter bangsa, terutama nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan. Nilai-nilai tersebut terkandung di dalam setiap urutan kegiatan/tata upacara bendera. Nilai-nilai karakter tersebut di antaranya adalah nilai keberanian, kedisiplinan, kejujuran, kehematan, kebijaksanaan, kebersamaan, dan keikhlasan (termaktub dalam Sapta Jiwa Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara. Selain dari itu, melatih juga ketahanan fisik dan mental para santri.

Yang pertama adalah pengibaran Bendera Merah Putih. Terdapat nilai-nilai luhur yang dapat ditumbuhkan di dalam kegiatan pengibaran bendera ini. Bagi petugas pengibar bendera, ada nilai gotong royong dan kebersamaan yang bisa diambil ketika melaksanakan tugasnya. Mereka harus terbiasa dan bisa mengharmoniskan posisi badan dan gerakan ayunan tangan dan hentakan kaki mereka. Salah seorang diantara petugas bendera itu tidak boleh ada yang berbeda gerakan dan sikapnya. Jika ada, maka pelaksanaan upacara benderanya bisa dinyatakan kurang baik. Hal ini dikarenakan pengibaran Sang Merah Putih merupakan ruh atau kegiatan inti dari pelaksanaan Upacara Bendera.

Kegiatan yang kedua adalah mengheningkan cipta. Ketika mengheningkan cipta, peserta didik diajak untuk mengingat dan menghayati jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur merebut kemerdekaan serta seraya mendoakan mereka yang telah mengorbankan jiwa, raga, dan harta. Dengan demikian para peserta didik dapat meneladani jiwa patriotisme para pejuang dan kecintaan mereka terhadap bangsa dan negara akan semakin tumbuh dan kuat.

Kegiatan yang ketiga adalah membaca teks Pancasila. Pada kegiatan ini, pembina upacara membacakan teks Pancasila. Hal ini dimaksudkan agar para peserta upacara dapat mengingat dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dari sila pertama sampai sila kelima. Dengan demikian akan menumbuhkan sikap pancasilais di dalam diri dan jiwa para santri.

Kegiatan yang keempat adalah pembacaan teks Pembukaan UUD 1945. Kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali tentang dasar Negara Indonesia. Sehingga para santri dapat mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Kemudian kegiatan yang kelima adalah amanat pembina upacara. Pada kesempatan ini, pembina upacara memberikan amanat atau nasihat kepada para peserta upacara. Amanat atau nasihat yang disampaikan oleh Ustadzah Nurul Faridah yang dengan menggunakan bahasa Inggris (jadwal hari berbahasa Inggris) adalah mengingatkan pesan Pimpinan Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara, KH. B. Purba, S.Pd.I, M.M.Pd,  tentang nilai-nilai karakter Islami yang tidak boleh hilang dalam setiap diri walaupun mayoritas generasi milenial yang serba tergantung dengan teknologi. Dengan demikian diharapkan para santri dapat terus mengingat dan mengamalkan apa yang dinasihatkan oleh pembina upacara.

Itulah kegiatan di dalam tata upacara bendera yang kental dengan pendidikan karakter. Semoga kegiatan Upacara Bendera ini dapat menumbuhkan nilai-nilai karakter bangsa dan mencetak generasi-generasi yang kuat dan tangguh ilmunya dan fisiknya, (basthotan fil ‘ilmi wal jismi). Sehingga tercapai visi Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara, “Belajar Hidup dan Menghidupi Bermental Intelektual Bermoral Spiritual Mewujudkan Generasi Terbaik Bangsa”.

Rabu Sore di SMP – SMA Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara, Ada Apa?

Rabu sore merupakan waktu yang sangat ditunggu-tunggu oleh semua santri SMP – SMA Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara baik putra maupun putri. Pasalnya waktu tersebut adalah waktu semua santri mengeluarkan segenap tenaganya dalam latihan PENCAK SILAT.

Program Pencak Silat, program yang wajib bagi seluruh santri baik putra maupun putri. Di tengah-tengah padatnya waktu belajar, waktu pencak silat merupakan waktu favorit bagi para santri. Pada saat itulah mereka dapat mengembangkan pola pikir dan pola gerak tubuh sambil melestarikan budaya Nusantara.

Dalam Pencak Silat, kita melatih berbagai macam stamina yang tidak terdapat dalam jenis olah raga lainnya:

  1. Stamina dinamis.Tidak seperti stamina statis seperti pada olah raga lainnya seperti angkat besi, pencak melatih stamina kita untuk bergerak aktif.
  2. Stamina dari seluruh tubuh.Pencak Silat melibatkan seluruh bagian tubuh kita. Kebanyakan olah raga lain menitik beratkan pada salah satu atau beberapa bagian tubuh saja. Pelatihan termasuk kelenturan dan koordinasi gerak serta keseimbangan disamping nilai estetikanya.
  3. Stamina dari metabolisme aerobic (oxygenic) dan anaerobic. Pencak Silat merupakan olah raga yang memiliki kombinasi metabolisme aerobic dan anaerobic. Tidak seperti dalam olah raga marathon yang 98% membutuhkan metabolisme aerobic.
  4. Stamina terhadap kecepatan.Dalam peragaan serang bela dibutuhkan stamina kecepatan yang tinggi dan percepatan / impulse yang terkendali.
  5. Stamina terhadap daya tahan pukulan.Hal yang specific untuk jenis olah raga bela diri, yang mana kita perlu juga melatih ketahanan terhadap pukulan dan bantingan.

Di samping itu, Pencak Silat juga memiliki kelebihan dalam membina jiwa / mental kita, yang membedakannya dari jenis olah raga lainnya;

  1. Menambah kepercayaan diri.
  2. Disamping fisik juga melatih mental dan pikiran kita.
  3. Menimbulkan kewaspadaan yang tinggi.
  4. Memupuk kegesitan dan kelincahan mental.
  5. Lebih menumbuhkan jiwa ksatria.
  6. Mempertebal kedisiplinan dan keuletan yang lebih tinggi karena sifat latihannya yang sulit dan lama.
  7. Melatih kita untuk lebih banyak berpikir di samping hanya sekedar menggunakan otot belaka.

Sehingga program wajib pencak silat pada Rabu sore ini, merupakan pijakan untuk mencapai visi SMP – SMA Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara, yakni “Belajar Hidup Menghidupi Bermental Intelektual Bermoral Spiritual Mewujudkan Generasi Terbaik Bangsa”.

Kuliah Umum Ma’had Aly Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara, “Membangun Karakter Islami di Era Milenial”

Aji Zul Azmi (Pembawa Acara)

Revolusi Industri 4.0 menuntut masyarakat terlebih khusus para generasi milenial untuk melek teknologi.

Smartphone, komputer, dan koneksi internet sudah menjadi kebutuhan pokok generasi milenial. Sibuk dengan mengutak-atik aplikasi. Hal yang sangat dikhawatirkan para guru adalah memudarnya karakter Islami dalam diri pemuda-pemuda Islam.

Kuliah umum mahasantri Ma’had Aly Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara yang dibuka tepat pukul 20.00 WIB oleh Ustadz Aji Zul Azmi mengangkat tema “Membangun Karakter Islami di Era Milenial” dengan narasumber utama, KH. B. Purba S.Pd.I, M.M.Pd (Pendiri/Pimpinan Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara).

Ivam Budi Abdullah (Kepala Ma’had Aly)

Kuliah umum yang diawali dengan sambutan dari Kepala Ma’had Aly Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara, Ivam Budi Abdullah.
Dalam sambutannya, “Ma’had Aly itu adalah suatu lembaga yang mana lebih mengkhususkan kepada pendidikan agama Islam dan diharapkan para mahasantri Ma’had Aly ini dapat mengamalkan hasil pembelajaran dan menjadi kader para da’i atau ulama yang mana nanti akan lebih dipakai di masyarakat umum”, tegas beliau.

 

 

Harin Hidayatulloh (Tim Kurikulum – kiri) – Nurjaman (Tim IT – kanan)

Setelah Kepala Ma’had Aly Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara memberikan sambutannya, kegiatan dilanjutkan dengan tutorial media pembelajaran berbasis online yang disampaikan oleh Tim Kurikulum dan Tim IT Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara.

Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan proses pembelajaran menggunakan teknologi.

 

 

KH. B. Purba, S.Pd.I, M.M.Pd (Narasumber)

Puncak kegiatan kuliah umum yang diikuti oleh seluruh dosen dan mahasantri Ma’had Aly adalah penyampaian materi pokok oleh KH. B. Purba, S.Pd.I, M.M.Pd. selaku narasumber pada kegiatan ini.

Pada kesempatan itu, beliau mendefinisikan Generasi Milenial sebagai objek dalam tema tersebut dan dibahas pula pengertian tentang karakter Islami yang harus ditanamkan dalam setiap individu generasi milenial.

Dalam materinya beliau menyampaikan, “Generasi milenial harus mampu membangun diri sendiri dengan keteladanan dan membangun lingkungan lewat tarbiyah atau pendidikan baik itu di rumah, di lingkungan sekitar dengan cara 

Peserta Kuliah Umum

menerapkan nilai-nilai keIslaman”

Beliau juga menyampaikan harapannya kepada seluruh peserta kuliah umum yang mayoritas dari generasi milenial agar menjadi generasi yang menanamkan karakter-karakter Islami, yang meneladani akhlak Rasulullah saw., dan mampu mengenal diri dan Rabb-nya (Generasi Rabbani).

 

Kuliah Umum Mahasantri Ma’had Aly

KULIAH UMUM MAHASANTRI MA’HAD ALY

“Membangun Karakter Islami di Era Milenial”

Ma’had Aly Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara akan mengadakan kuliah umum pada
hari Jum’at tanggal 19 Oktober 2018 di Mesjid Jami’ Baitul ‘Izzah Nusantara.

Kuliah Umum ini akan diisi oleh Pimpinan Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara, KH. B. Purba, S.Pd.I, M.M.Pd. dengan bertemakan “Membangun Karakter Islami di Era Milenial”
Kuliah Umum ini juga akan dihadiri seluruh Dosen Ma’had Aly, Asatidz dan Asatidzah, juga seluruh Mahasantri Ma’had Aly.

Kuliah Umum akan dimulai :

-57Hari -9Jam -58Menit -28Detik

lagi

Peresmian Rimba Raya Nusantara Television (RRN TV)

RIMBA RAYA NUSANTARA TELEVISION (RRN TV)

Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat dewasa ini, membuat semua orang dengan mudah mendapatkan informasi. Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara menanggapi hal tersebut dengan mendirikan media informasi yakni Rimba Raya Nusantara Television atau yang akrab didengar dengan sebutan RRN TV.

12 Desember 2017 merupakan hari bersejarah bagi RRN TV, karena pada saat itu diselenggarakan prosesi pengguntingan pita diiringi dengan membacakan lafadz Basmalah oleh Pimpinan Pondok KH. B. Purba, S.Pd.I, M.M.Pd yang disaksikan ratusan warga Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara sekaligus menandakan Rimba Raya Nusantara Television (RRN TV) secara resmi dibuka dan beroperasi sebagai media Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara.

Hadirnya Rimba Raya Nusantara Television (RRN TV) diharapkan mampu mendekatkan Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara dengan masyarakat Indonesia serta menjadi salah satu langkah dalam melahirkan generasi-generasi yang mampu hidup dan menghidupi bermental intelektual bermoral spiritual demi mewujudkan generasi terbaik bangsa.

 

Wisuda Santri Angkatan 1 The Prime Generation 2018

Wisuda Santri Angkatan 1 – The Prime Generation 2018

 

Dengan perasaan bangga

pada Tanggal 21 Rajab / 08 April 2018 adalah hari terakhir bagi The Prime Generation

setelah Menempuh Masa Pendidikannya selama 7 Tahun Di Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara.

Mereka adalah lulusan Pertama Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian program belajar di SMP-SMA Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara,

Antara lain :

– Lulus Ujian Pondok

– Lulus ‘Amaliyyatu at Tadris

– Menyelesaikan Masa Pengabdian selama 1 Tahun