Penerimaan Santri Baru Tahun Pelajaran 2019-2020

Penerimaan Santri Baru (PSB) Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara tahun pelajaran 2019-2020 dimulai tanggal

1 Februari 2019 – 7 Juli 2019

Pendaftaran calon santri dapat dilakukan dengan cara online (klik link : Pendaftaran Santri Baru )
atau dengan cara offline langsung datang ke Kampus Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara

 

PERSYARATAN ADMINISTRASI
CALON SANTRI BARU TAHUN PELAJARAN 2019-2020
No. Persyaratan Khusus SMP SMA
1 Fotokopi Legalisir Ijazah
2 Fotokopi Legalisir Surat Hasil Ujian Nasional (SHUN)
3 Fotokopi Kartu Peserta Ujian Nasional (UN)
4 Fotokopi Nomor Induk Siswa Nasional (NISN)
5 Fotokopi Rapor
6 Fotokopi Akte Kelahiran /
7 Fotokopi KTP Orang Tua
8 Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
9 Pas Foto 2×3 dan 3×4 (Background Biru)

Olimpiade 8 Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara – Hari ke 5

Begitu pula dengan hari ke lima ini, tidak berbeda jauh dengan hari-hari sebelumnya. Para peserta seperti biasa sebelum melakukan perlombaan tersebut diberikan arahan dan briefing oleh salah satu panitia untuk menyampaikan aturan-aturan saat perlombaan dan tentunya agar menambah kesemangatan mereka nanti saat berlomba.

Para santri ikut andil untuk menyaksikan  kemeriahan olimpiade yang dilaksanakan. Kesemangatan para penonton juga sangat membantu untuk meningkatkan para santri atau santriah yang mengikuti cabang perlombaan tersebut. Cabang olimpiade yang dilaksanakan pada hari kelima, diantaranya:

1. PBB (Pasukan Baris Berbaris)

Cabang olimpiade perlombaan PBB ini dilaksanakan di lapangan Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara yang sudah sangat tidak asing lagi untuk dijadikan salah satu tempat paling utama dalam pelaksanaan olimpiade, pada pukul 13:00 -14:30 yang diikuti oleh masing-masing peserta yang telah dibentuk kelompok, cabang olimpiade PBB ini membutuhkan kekompakan dan kebersamaan dari tiap-tiap tim nya agar mampu mendapatkan 1 pemenang. Kriteria pemenang antara lain kebersamaan, kekompakan, dan kerja sama yang kuat sehingga dimenangkan oleh tim Mi’rajul Fikri dengan kekompakan mereka yang sungguh luar biasa.

2. Self Defense

Sudah jelas jika salah satu cabang olahraga kita yang satu ini sudah pasti dilaksanakan nya di lapangan Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara kita tercinta ini, karena memang sudah menjadi tempat yang strategis untuk melaksanakan cabang olahraga Self Defense ini, yang dilaksanakan pada pukul 07:30-11:30 dan diikuti oleh santri putra saja berjumlah 15 orang, kenapa tidak ada santri putri nya ? Karena cabang olahraga Self Defense ini lebih memainkan fisik yang tinggi, jadi wajar saja jika santri putri ini tidak ada yang berminat untuk mengikutinya satupun, akan tetapi tidak usah khawatir, karena santri putri banyak yang menonton dan menyaksikan cabang olaharag Self Defense ini, para penonton sangat bersemangat sekali melihat pertandingan tersebut dimulai. Cabang Olahraga Self Defense ini dibentuk menurut berat badan mereka yang bisa dibilang dengan kelas A, B, dan C. Pada akhirnya dimenangkan oleh santri putra yaitu : kelas A (Robi Kholid), kelas B (Islah Maulana), dan kelas C (Dimas ),dengan kegagahan dan kekuatan mereka, berhasil menjadi pemenang dari cabang olahraga Self Defense ini.

3. Bilun (Hadang / Gobak Sodor)

Cabang olimpiade Bilun atau sering kita sebut dengan Hadang atau Gobak Sodor, tapi kita di Pondok sering menyebutnya dengan Bilun. Cabang olahraga bilun ini dilaksanakan di lapangan Desa Batu Loceng oleh santri putra yang berjumlah 12 tim dan di lapang Asrama oleh santri putri yang berjumlah 12 tim. Cabang olahraga bilun ini paling banyak diminati oleh seluruh santri, karena apa? karena cabang olimpiade bilun ini sangat asyik untuk dimainkan. Cabang olahraga ini dilaksanakan pada pukul 07:30-11:30. Dalam cabang olahraga bilun ini juga harus disertai dengan kekompakan, kerja keras sesama tim dan kebersamaan dalam berkomunikasi. Cabang olahraga bilun dimenangkan oleh tim sukse54mpuh di sektor putra dan istri bacester di sektor putri.

Olimpiade 8 Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara – Hari ke 4

Tiba di hari ke-4 Olimpiade 8 Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara, 3 cabang olahraga siap diikuti para atlet. Olimpiade ke-4 yang bertepatan pada hari Minggu 16 Desember 2018 ini dimulai dari pukul 13.00 dikarenakan di pagi harinya seluruh warga Ponpes Baitul ‘Izzah Nusantara beserta orangtua santri berada dalam program rutin mingguan yaitu Istighotsah.

Seperti biasa, arahan dari sekretaris panitia diberikan untuk menertibkan perlombaan. Kemudian diteruskan kepada penanggung jawab masing-masing cabang olahraga guna mensosialisasikan kembali aturan main dalam setiap cabang olahraga. Kali ini cabang olahraga takraw, tenis meja, dan lompat jauh mengisi rangkaian pertandingan olimpiade 8 hari ke-4.

Lapangan Baitul ‘Izzah Nusantara menjadi tempat cabang olahraga takraw yang diikuti oleh  orang santri putra dan terbagi dalam 16 tim yang akan melahirkan juara takraw senior dan junior putra. Di cabang olah raga yang dapat dikatakan digemari oleh banyak kalangan dan bersifat olahraga sosial adalah tenis meja. Di cabang olahraga ini diikuti oleh 16 orang santri putra. Adapun tempat cabang olahraga tenis meja ini diadakan di gedung Papandayan II Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara. Selanjutnya salah satu bagian dari cabang atletik adalah Lompat Jauh. Cabang olahraga yang dinilai dari jauhnya lompatan seorang atlet ini diikuti oleh 20 orang santri putra dan 4 orang santri putri dan diadakan di lapangan Desa Suntenjaya.

Santri kelas 4 putra atas nama Akbar Sya’airila menjadi juara dalam cabang olahraga tenis meja. Sedangakan untuk takraw, juara terbagi ke dalam 2 kategori yaitu senior dan junior. Untuk senior takraw putra sendiri dijuarai oleh tim The Big Family 4G 4mpuh yang beranggotakan Ilyasa Royhan Jami’, Ikhsan Fadil, dan Ilham Fauzan. Adapun untuk kategori junior takraw putra dijuarai oleh Fajar Fadilah, Elan Jaelani, Agis Syaeful Aziz yang tergabung dalam tim X-On Marlong. Beralih ke cabang olahraga lompat jauh yang berhasil mencatat jarak lompatan sepanjang 4,60 meter kategori junior putra dijuarai oleh Muhammad Syaeful Aziz. Serta untuk Senior putri lompatan terjauh dicatat oleh Syakira Arsytama dengan 2,62 meter.

 

Olimpiade 8 Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara – Hari ke 3

Hai guys …

Cabang olimpiade pada hari ke tiga, Sabtu, 15 Desember 2018 ialah Silat (Tanding) dan Futsal.

Seperti yang kalian tahu beberapa kegiatan tersebut tidak asing lagi di kehidupan kita karena sering kita ikuti khususnya bagi para santri.

Berikut penjelasan yang lebih detailnya guys di hari ketiga pelaksanaan Olimpiade ialah

1 Silat (Tanding)

Nah, guys Silat (Tanding) ini merupakan salah satu cabang olahraga dari silat dikegiatan non akademik.

Silat (Tanding) ini sangat banyak diminati oleh para santri Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara khususnya para santri putra namun santri putri pun  tidak ingin ketinggalan loh guys dalam belajar beladiri khususnya Silat (Tanding).

Nah guys Silat (Tanding) tersebut dilakukan secara berpasangan tentunya putra dan putri dipisah. Mereka  pun tidak merasa kaku ataupun takut dalam pelaksanaan tarung tersebut, mengapa?

Ada yang tahu tidak guys?

Karena mereka sudah terbiasa terlatih dalam setiap minggunya insya Allah.

Sehingga dengan adanya club silat membuat mereka  terbiasa dan terlatih bela diri yang membuat persendian otot pun tidak kaku karena terlatih.

Dan pelaksanaan tarung tersebut dibagi menjadi tiga kelas yang disesuaikan dengan berat badan untuk :

kelas A dengan bobot maksimal 105 pon (48 kg)

Kelas B dengan bobot maksimal 115 pon (52 kg)

Kelas C dengan bobot maksimal 125 pon (56 kg)

Dan para pemenang Silat (Tanding)

kelas A :Ahmad Ilvana

Kelas B :Ilyasa Royhan Jami’

Kelas C :Robi Khalid

 

2 FUTSAL

Nah teman teman begitu pula dengan futsal salah satu cabang olahraga non akademik yang mana kegiatan tersebut diikuti oleh para santri baik putra maupun putri nah guys pelaksanaan tersebut berlangsung di hari ketiga pada saat olimpide pastinya.

Pelaksanaannya pun tidak dilaksanakan di lapangan Pondok namun untuk santri putra kegiatan futsal tersebut dilaksanakan di lapangan Desa Suntenjaya dan untuk putri kegiatan tersebut dilaksanakan di lapangan Desa Asrama.

Pesertanya pun terdiri dari 12 tim satu timya terdiri dari 6 orang baik putra maupun putri dari masing masing tim yang mengikuti futsal tersebut mereka mempunyai nama tim masing-masing tentunya untuk membedakan dengan kelompok lainya dan tidak hanya nama timnya saja dalam pakaiannya pun mereka bedakan dengan warna baju angkatan ataupun sesuai dengan timnya masing-masing.

Untuk sistem pelaksanaan olimpiade futsal ini sistem gugur yang mana para pemain hanya memiliki satu kesempatan untuk bertanding.

Dan untuk olimpiade futsal dimenangkan oleh tim Authority Putra (Teguh Permana, Ilham, Khaidir, Iksan, Egi, Agis) dan untuk putrinya dimenangkan oleh tim Kapten Tsubasa X-On (Agnia, Hilmah, Melinda, Alni, Fazwin)

 

Olimpiade 8 Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara – Hari ke 2

Olimpiade merupakan kompetensi cabang olahraga terbesar di Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara.

Sebelum seluruh peserta cabang olahraga perlombaan ini dilaksanakan, seluruh peserta berkumpul dahulu di lapangan untuk diberikan arahan dan briefing oleh salah satu panitia cabang perlombaan olympiade .

Di pondok pesantren baitul ‘izzah nusantara,cabang olahraga  yang dilaksanakan pada hari kedua ini terdapat ke dalam 4 cabang olahraga perlombaan yang dilakukan pada pukul 07:30 sampai 14:30, di antaranya : marathon 5 km, voly, silat TGR dan seni rupa .

Nahhh pada tiap-tiap cabang olahraga ini tidak semua santri ikut andil untuk menyaksikan  kemeriahan olimpiade yang dilaksanakan, karena semua cabang olahraga itu tepat berlangsung dalam 1 waktu jadi banyak cabang perlombaan yang dilaksanakan, mereka harus memilih salah satu tempat cabang olahraga yang akan mereka tuju, tetapi itu tidak akan mengurangi rasa semangat para peserta untuk mengikuti perlombaan tersebut. Kesemangatan para penonton juga sangat membantu untuk meningkatkan para santri atau santriyah yang mengikuti cabang perlombaan tersebut .

Selanjutnya dalam pelaksanaan cabang perlombaan kali ini bukan hanya santri atau santriah yang ikut memeriahkan, akan tetapi para staff guru dan dewan pengajar yang lainnya tentunya ikut berpartisipasi dan memeriahkan.

Cabang olimpiade marathon 5 km ini diikuti oleh santri putra 20 peserta dan santri putri 5 peserta,mereka semua berlomba-lomba untuk mengejar garis finish yang sudah ditentukan, karena siapa yang mengira jika disaat perlombaan berlangsung pasti seluruh peserta yang mengikuti cabang tersebut tidak mungkin ada peserta yang berleha-leha untuk mengikutinya, pasti semuanya juga berbondong-bondong untuk mencapai titik kemenangan yang mereka harapkan dan pemenang cabang olimpiade marathon 5 km ini dimenangkan oleh senior putra yaitu santri kelas 5, Egi Ridwan dengan waktu 21,25 menit dan junior putra yaitu santri kelas 3 Muhammad Arid dengan waktu 23,29 menit, jangan bilang putri tidak ada yang memenangkan perlombaan marathon 5 km ini, tentunya santri putri juga memiliki tenaga yang kuat dan cekatan untuk bisa memenangkan lomba ini, yang dimenangkan oleh junior putri yaitu santri kelas 1, Hanifa Mubarokah dengan 30.32 menit. Begitu cepatnya dan lincahnya para peserta sehingga dapat memenangkan perlombaan ini.

Lalu selanjutnya cabang olimpiade volley ball yang dilaksanakan di dua tempat, di Lapangan Asrama oleh santri putri dan di lapangan Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara oleh santri putra. Perlombaan berlangsung dengan sengit dan para penonton sangat bersemangat menikmati  perlombaan tersebut hingga pukul 11:30. Nama tim dari para pemenang ini bisa dikatakan unik seperti di santri putra yang dimenangkan oleh tim sukse54mpuh dan pemenang santri putri yaitu tim istri bacestrer.

Kemudian cabang olimpiade seni rupa yang dilaksanakan di lapangan Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara yang diikuti oleh santri putra berjumlah 16 orang dan santri putri berjumlah 12 orang, para peserta mengeluarkan kekreativitasan mereka masing-masing dalam membuat kaligrafi se-unik mungkin. Di sana terdapat beraneka ragam macam seni kaligrafi yang berbeda –beda. Nahh di sanalah titik kekreativitasan mereka dalam membuat seni kaligrafi, para peserta memilih salah satu bentuk macam seni kaligrafi yang mereka sukai dan dirangkai seindah mungkin sehingga berhasil menemukan pemenang dari semua tim tersebut, akan tetapi pada cabang olimpiade seni rupa ini tidak memihak pada santri putra ataupun putri melainkan hanya dipilih salah satu dari mereka dan dimenangkan oleh  the F creativity team (Firhan Saputra, Fikri Ainul Yaqin, Fawaz Dzulfikar dan Fazrul Fatih).

Dan yang terakhir yaitu cabang olimpiade silat yang dilaksanakan di lapangan Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara kita tercinta  pada pukul 07:30 sampai 11:30 yang ditanggungjawabi oleh Pembina Neneng Ismi. Para peserta harus bisa menguasai seluruh macam-macam silat yang telah diberikan. Umumnya silat ini lebih banyak diminati oleh para santri putra karena santri putri tidak terlalu berminat kepada cabang olimpiade silat ini. Hingga akhirnya dimenangkan oleh santri putra kelas 5 yaitu Irsan Fauzi dengan waktu 02:56 menit.

 

 

Olimpiade 8 Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara – Hari ke 1

Rabu, 12 Desember 2018 menjadi hari pertama acara Olimpiade 8 Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara Tahun 2018.

Sebelum perlombaan dimulai, para atlet dari berbagai cabang olahraga hari pertama melakukan briefing atau arahan. Arahan tersebut diberikan dari jajaran sekretaris panitia lau dilanjutkan kepada penanggung jawab setiap cabang olahraga.

Elekrtro, Jurnalistik, Sains dan Tolak Peluru adalah cabang olahraga yang dilombakan di hari pertama. 15 santri mengikuti  cabang olimpiade elektro yang terbagi ke dalam 3 grup. Lalu untuk cabang olimpiade jurnalistik diikuti oleh 41 santri. Selanjutnya di cabang olimpiade sains diikuti oleh 6 tim yang beranggotakan 4 orang. Untuk cabang olahraga tolak peluru yang menjadi cabang olimpiade baru dalam olimpiade 8 ini, diikuti oleh 20 santri putra dan 6 santri putri.

     

Keantusiasan terasa ketika santri berlomba memanfaatkan waktu yang telah diporsikan khususnya dalam cabang olimpiade yang bersifat proyek seperti Sains, Jurnalistik dan juga Elektro. Bagi cabang olahraga tolak peluru pun tak kalah antusias. Setiap atlet berlomba mencetak jarak tolakan yang jauh dari peluru seberat 3 kg. Hingga akhirnya tolakan terjauh dicetak oleh santri kelas 4, Hikmal Faisal Maulana, dengan jarak tolakan 10,40 meter yang menjadi juara dalam tolak peluru senior putra. Lalu disusul dengan jarak tolakan sejauh 10,24 meter yang berhasil melampaui catatan tolak peluru junior putra daerah dicetak oleh santri kelas 3 asal Bandung yaitu Muhammad Syaeful Aziz. Selain itu juara dari santri putri dicetak oleh Delia Nurjannah, santri putri kelas 4 asal Bandung dengan jauh tolakan 5,80 meter.

Cabang olimpiade elektro dengan proyeknya membuat robot laba-laba dengan remote kontrol dimenangkan oleh tim 4G 5ukses ampuh yang dianggotai oleh Egi Ridwan, Sukma Pramudita, Fajrin Nurfaiz, Wardani Pangestu, dan Nandi. Lalu dari cabang olimpiade sains dengan proyek membuat percobaan gunung meletus dari campuran CH3COOH atau cuka, sabun cuci piring, pengembang kue, pewarna makanan, tissu, cawan untuk reaksi larutan, dan tanah liat untuk membuat replika gunung dijuarai oleh Tata Tabrani, Muhammad Syahdan Husaeri, Fawaz Dzulfikar, dan Muhammad Ichsan yang tergabung dalam tim The Prestigious. Tak kalah, cabang olimpiade jurnalistik pun diwakili oleh Shafa Qanita kelas 5 asal Bandung sebagai juara di tahun ini.

Demikianlah cabang olimpiade di hari pertama. Nantikan cabang olimpiade lainnya yang tidak kalah menarik. Olimpiade 8! Survive of Life, Thinking of Life, and Skill of Life!

Grand Opening Olimpiade ke 8 Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara

Sejumlah pertunjukan kreasi dari santri mewarnai meriahnya pembukaan atau Grand Opening Olimpiade ke 8 Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara.

Kegiatan tahunan sebagai puncak pencapaian santri dalam setiap klub di Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara ini digelar, Rabu (12/12/2018) pukul 08.00 WIB memiliki visi “Menyiapkan Mental Juara untuk Generasi Juara”.

Pertunjukan gerakan 100 atlet menjadi pusat perhatian dalam perhelatan Grand Opening Olimpiade ke 8. Berbagai variasi gerakan diperagakan dengan semangat dan antusiasme tinggi menjadi nilai lebih dari acara ini.

Pelaksanaan Olimpiade ke 8 Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara yang diketuai oleh Ustadz Hamzah, menyuguhkan sebanyak 24 cabang olahraga yang akan dipertandingkan dan diikuti oleh 365 atlet selama 9 hari.

      

Grand Opening yang dihadiri seluruh warga Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara, berlangsung sangat meriah terlebih ketika obor Olimpiade telah diterima oleh Pimpinan Pondok, KH. B. Purba, S.Pd.I, M.M.Pd. dan diiringi dengan membaca Basmalah bersama menandakan kegiatan Olimpiade ke 8 Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara telah resmi dibuka.

Dalam sambutannya Pimpinan Pondok menyampaikan harapan akan lahirnya atlet-atlet handal yang keluar dari pondok kita baik tingkat SMP, tingkat SMA, maupun di tingkat Pondok Pesantren yang sehingga bisa mewakili tiap-tiap daerahnya. Selanjutnya beliau berpesan agar seluruh santri menjadi generasi yang kuat mentalnya, kuat fisiknya dan luas ilmunya (Basthotan fil ‘ilmi wal jismi) mampu ditempa oleh badai topan apapun juga dalam kehidupan.

Penentuan ‘Amaliatu Al Tadris untuk Santri Akhir Tahun

‘Amaliatu Al Tadris adalah suatu kegiatan praktek mengajar yang dilaksanakan santri akhir tahun secara terbimbing untuk mendapatkan keterampilan dalam memberikan pembelajaran dan ditempuh dalam waktu yang telah ditentukan.

Sebelum penentuan dan menerima Surat Keputusan Pimpinan Pondok tentang ‘Amaliatu Al Tadris, santri akhir tahun harus membuat proposal ‘Amaliatu Al Tadris yang berisikan pengajuan 5 jenis mata pelajaran. Selanjutnya Pimpinan Pondok menentukan mata pelajaran dan ustadz/ustadzah pembimbing bagi tiap-tiap santri akhir tahun.

‘Amaliatu Al Tadris merupakan salah satu syarat kelulusan santri akhir tahun SMP – SMA Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara. Oleh karenanya ‘Amaliatu Al Tadris menjadi hal yang paling menegangkan bagi santri akhir tahun adalah penentuan ‘Amaliatu Al Tadris. Begitu pula yang dirasakan oleh “Dream Generation”, santri akhir tahun 2018-2019 Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara.

Santri akhir tahun 2018-2019 yang juga menjabat sebagai Mu’allim, Dream Generation, bekerja keras dalam pembuatan proposal ‘Amaliatu Al Tadris. Berulang kali proposalnya yang diserahkan kepada Sekretaris Kurikulum harus direvisi. Akhirnya setelah 1 bulan, proposal mereka diterima dan diverifikasi oleh Sekretaris Kurikulum selanjutnya diserahkan kepada Pimpinan Pondok.

Perjuangan para santri akhir tahun yang sangat berat karena di samping menyusun proposal ‘Amaliatu Al Tadris, mereka juga harus tetap berkonsentrasi penuh dalam menjalankan roda organisasi pondok yang mana Mu’allim adalah tingkatan tertinggi dalam organisasi sehingga tanggung jawab dalam menjalankan sunnah pondok ada dalam pundak mereka. Dengan rahmat Allah SWT. pekerjaan berat tersebut satu demi satu tertunaikan dengan baik. Begitu pula dengan membuat proposal ‘Amaliatu Al Tadris.

Puncaknya adalah tanggal 30 Oktober 2018. Didampingi sekretaris kurikulum, Pimpinan Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara memberikan nasihat-nasihatnya kepada seluruh santri akhir tahun, agar senantiasa fokus dan serius dalam menghadapi bentuk-bentuk pendidikan di pondok tercinta.

Setelah menerima nasihat dari Pimpinan Pondok, para santri akhir tahun mendapatkan pula pengarahan dalam mempersiapkan ‘Amaliatu al Tadris tahun pelajaran 2018-2019 dari sekretaris kurikulum. Secara garis besar ada 4 aspek penilaian di dalamnya yakni:
1. Al Ahwal
2. Al Alhan
3. Al Maddah
4. Al Thariqah

Saat yang mendebarkan pun memuncak dengan dibagikannya amplop yang berisikan Surat Keputusan Pimpinan Pondok tentang penentuan mata pelajaran dan ustadz/ustadzah pembimbing di program ‘Amaliatu al Tadris tahun pelajaran 2018-2019.

Para santri akhir tahun ada yang bergembira karena penentuan mata pelajarannya sesuai dengan keinginannya, ada pula yang tertunduk karena penentuan mata pelajarannya tidak sesuai dengan keinginan hatinya. Namun, itu semua hanya sesaat. Dream Generation harus menatap ke depan. SK tersebut adalah awal perjuangan mereka dalam menempuh program ‘Amaliatu al Tadris.

Semangat….
Optimis…
Bekerja Keras…

Semoga lelah kamu semua menjadi lillah…

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!

Upacara Bendera di SMP-SMA Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara

Setiap hari Senin, di setiap lembaga pendidikan dilaksanakan kegiatan Upacara Bendera pada pagi hari. Begitu juga di SMP – SMA Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara, upacara bendera sudah menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari Senin.

Kali ini Kelas 4 mendapat giliran menjadi petugas upacara. Ada 17 orang dari santri/santriah kelas 4 yang terpilih menjadi petugas upacara. Mereka bertugas sebagai (1) pembaca tata upacara bendera (MC); (2) pengatur upacara; (3) pemimpin upacara; (4) pembawa teks Pancasila (ajudan); (5) pengibar bendera (3 orang); ( 6) pembaca UUD 1945; (7) pembaca doa; (8) pembaca ikrar santri (9) konduktor/dirigen; dan (10)  pemimpin pasukan (6 orang). Sementara yang belum terpilih menjadi petugas tersebut, bertugas sebagai tim paduan suara.

Upacara bendera setiap hari Senin merupakan kegiatan wajib yang harus dilaksanakan oleh seluruh sekolah, baik sekolah negeri maupun swasta. Kewajiban ini berdasarkan Permendikbud RI Nomor 23 Tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti (PBP).

Upaca Bendera hari Senin mempunyai manfaat yang sangat baik bagi upaya penumbuhan budi pekerti dan karakter bangsa, terutama nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan. Nilai-nilai tersebut terkandung di dalam setiap urutan kegiatan/tata upacara bendera. Nilai-nilai karakter tersebut di antaranya adalah nilai keberanian, kedisiplinan, kejujuran, kehematan, kebijaksanaan, kebersamaan, dan keikhlasan (termaktub dalam Sapta Jiwa Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara. Selain dari itu, melatih juga ketahanan fisik dan mental para santri.

Yang pertama adalah pengibaran Bendera Merah Putih. Terdapat nilai-nilai luhur yang dapat ditumbuhkan di dalam kegiatan pengibaran bendera ini. Bagi petugas pengibar bendera, ada nilai gotong royong dan kebersamaan yang bisa diambil ketika melaksanakan tugasnya. Mereka harus terbiasa dan bisa mengharmoniskan posisi badan dan gerakan ayunan tangan dan hentakan kaki mereka. Salah seorang diantara petugas bendera itu tidak boleh ada yang berbeda gerakan dan sikapnya. Jika ada, maka pelaksanaan upacara benderanya bisa dinyatakan kurang baik. Hal ini dikarenakan pengibaran Sang Merah Putih merupakan ruh atau kegiatan inti dari pelaksanaan Upacara Bendera.

Kegiatan yang kedua adalah mengheningkan cipta. Ketika mengheningkan cipta, peserta didik diajak untuk mengingat dan menghayati jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur merebut kemerdekaan serta seraya mendoakan mereka yang telah mengorbankan jiwa, raga, dan harta. Dengan demikian para peserta didik dapat meneladani jiwa patriotisme para pejuang dan kecintaan mereka terhadap bangsa dan negara akan semakin tumbuh dan kuat.

Kegiatan yang ketiga adalah membaca teks Pancasila. Pada kegiatan ini, pembina upacara membacakan teks Pancasila. Hal ini dimaksudkan agar para peserta upacara dapat mengingat dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dari sila pertama sampai sila kelima. Dengan demikian akan menumbuhkan sikap pancasilais di dalam diri dan jiwa para santri.

Kegiatan yang keempat adalah pembacaan teks Pembukaan UUD 1945. Kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali tentang dasar Negara Indonesia. Sehingga para santri dapat mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Kemudian kegiatan yang kelima adalah amanat pembina upacara. Pada kesempatan ini, pembina upacara memberikan amanat atau nasihat kepada para peserta upacara. Amanat atau nasihat yang disampaikan oleh Ustadzah Nurul Faridah yang dengan menggunakan bahasa Inggris (jadwal hari berbahasa Inggris) adalah mengingatkan pesan Pimpinan Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara, KH. B. Purba, S.Pd.I, M.M.Pd,  tentang nilai-nilai karakter Islami yang tidak boleh hilang dalam setiap diri walaupun mayoritas generasi milenial yang serba tergantung dengan teknologi. Dengan demikian diharapkan para santri dapat terus mengingat dan mengamalkan apa yang dinasihatkan oleh pembina upacara.

Itulah kegiatan di dalam tata upacara bendera yang kental dengan pendidikan karakter. Semoga kegiatan Upacara Bendera ini dapat menumbuhkan nilai-nilai karakter bangsa dan mencetak generasi-generasi yang kuat dan tangguh ilmunya dan fisiknya, (basthotan fil ‘ilmi wal jismi). Sehingga tercapai visi Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara, “Belajar Hidup dan Menghidupi Bermental Intelektual Bermoral Spiritual Mewujudkan Generasi Terbaik Bangsa”.

Rabu Sore di SMP – SMA Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara, Ada Apa?

Rabu sore merupakan waktu yang sangat ditunggu-tunggu oleh semua santri SMP – SMA Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara baik putra maupun putri. Pasalnya waktu tersebut adalah waktu semua santri mengeluarkan segenap tenaganya dalam latihan PENCAK SILAT.

Program Pencak Silat, program yang wajib bagi seluruh santri baik putra maupun putri. Di tengah-tengah padatnya waktu belajar, waktu pencak silat merupakan waktu favorit bagi para santri. Pada saat itulah mereka dapat mengembangkan pola pikir dan pola gerak tubuh sambil melestarikan budaya Nusantara.

Dalam Pencak Silat, kita melatih berbagai macam stamina yang tidak terdapat dalam jenis olah raga lainnya:

  1. Stamina dinamis.Tidak seperti stamina statis seperti pada olah raga lainnya seperti angkat besi, pencak melatih stamina kita untuk bergerak aktif.
  2. Stamina dari seluruh tubuh.Pencak Silat melibatkan seluruh bagian tubuh kita. Kebanyakan olah raga lain menitik beratkan pada salah satu atau beberapa bagian tubuh saja. Pelatihan termasuk kelenturan dan koordinasi gerak serta keseimbangan disamping nilai estetikanya.
  3. Stamina dari metabolisme aerobic (oxygenic) dan anaerobic. Pencak Silat merupakan olah raga yang memiliki kombinasi metabolisme aerobic dan anaerobic. Tidak seperti dalam olah raga marathon yang 98% membutuhkan metabolisme aerobic.
  4. Stamina terhadap kecepatan.Dalam peragaan serang bela dibutuhkan stamina kecepatan yang tinggi dan percepatan / impulse yang terkendali.
  5. Stamina terhadap daya tahan pukulan.Hal yang specific untuk jenis olah raga bela diri, yang mana kita perlu juga melatih ketahanan terhadap pukulan dan bantingan.

Di samping itu, Pencak Silat juga memiliki kelebihan dalam membina jiwa / mental kita, yang membedakannya dari jenis olah raga lainnya;

  1. Menambah kepercayaan diri.
  2. Disamping fisik juga melatih mental dan pikiran kita.
  3. Menimbulkan kewaspadaan yang tinggi.
  4. Memupuk kegesitan dan kelincahan mental.
  5. Lebih menumbuhkan jiwa ksatria.
  6. Mempertebal kedisiplinan dan keuletan yang lebih tinggi karena sifat latihannya yang sulit dan lama.
  7. Melatih kita untuk lebih banyak berpikir di samping hanya sekedar menggunakan otot belaka.

Sehingga program wajib pencak silat pada Rabu sore ini, merupakan pijakan untuk mencapai visi SMP – SMA Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara, yakni “Belajar Hidup Menghidupi Bermental Intelektual Bermoral Spiritual Mewujudkan Generasi Terbaik Bangsa”.