Akademik

STRUKTUR DAN MUATAN
KURIKULUM PONDOK PESANTREN BAITUL ‘IZZAH NUSANTARA

Kerangka Dasar

  1. Kelompok Mata Pelajaran
    Struktur Kurikulum merupakan kelompok mata pelajaran, dan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh santri di setiap tingkatan. Sesuai dengan Standar Kelulusan (SKL) yang telah ditetapkan oleh Kepmendiknas nomor 23 tahun 2006 dan nomor 48 tahun 2008 tentang Standar Kelulusan (SKL) dan petunjuk pelaksanaan dari Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP) maka memuat kelompok mata pelajaran menjadi 5 kelompok yaitu:
  • Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
  • Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
  • Kelompok pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
  • Kelompok pelajaran estetika
  • Kelompok pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan

Setiap kelompok mata pelajaran tersebut diimplementasikan ke dalam setiap kegiatan pembelajaran.
Cakupan masing-masing kelompok mata pelajaran yang relevan adalah sebagai berikut:

  • Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
    Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama.
  • Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
    Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara, serta meningkatkan kualitas dirinya sebagai manusia. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkunan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, dan sikap serta perilaku anti korupsi, kolusi dan nepotisme.
  • Kelompok pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
    Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi lanjut ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berfikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri.
  • Kelompok pelajaran estetika
    Kelompok estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekpresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi dan mengekpresi keindahan serta harmoni mencapai apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan individual sehingga menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis.
  • Kelompok pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan
    Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif, disiplin, kerjasama dan hidup sehat. Budaya hidup sehat termasuk kesadaran sikap, dan perilakuk hidup sehat yang bersifat individual ataupun bersifat kolektif kemasyarakatan seperti kebebasan dari prilaku seksual bebas, kecanduan narkoba, HIV/AIDS, deman berdarah, muntaber, dan penyakit lain yang berpotensi untuk mewabah.
  1. Prinsip Pengembangan Kurikulum Pesantren
    Pengembangan kurikulum tentunya diperlukan suatu prinsip-prinsip dasar, dimana prinsip ini sangat dibutuhkan oleh para pengembang. Prinsip-Prinsip dalam pengembangan kurikulum
  • Prinsip Umum, yang di mana prinsip ini dibagi menjadi beberapa prinsip, yaitu :
    1. Prinsip Relevansi
    2. Prinsip Fleksibilitas
    3. Prinsip Kontinuitas
    4. Prinsip Praktis atau Efisiensi
    5. Prinsip Efektifitas
  • Prinsip Khusus, yang di mana prinsip ini di bagi menjadi beberapa prinsip, yaitu:- Prinsip Berkenaan Dengan Tujuan Pendidikan
    Tujuan menjadi pusat kegiatan dan arah semua kegiatan pendidikan. Perumusan komponen-komponen kurikulum hendaknya mengacu pada tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan mencakup tujuan yang bersifat umum atau berjangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek (tujuan khusus). Perumusan ini bersumber pada :
  • Ketentuan dan kebijaksanaan pemerintah, yang dapat ditemukan dalam dokumen-dokumen Negara mengenai strategi pendidikan nasional.
  • Survey mengenai presepsi orang tua/ masyarakat tentang kebutuhan mereka yang dikirimkan melalui angket atau wawancara dengan mereka.
  • Survey tentang pandangan para ahli dalam bidang-bidang tertentu, dihimpun melalui angket, wawancara, observasi, dan dari berbagai media massa.
  • Survey tentang man power.
  • Pengalaman negara-negara lain yang sama.
    – Prinsip Berkenaan Dengan Pemilihan Isi Pendidikan
    Memilih isi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan yang telah ditentukan para perencana kurikulum perlu mempertimbangkan beberapa hal, di antaranya :
  • Perlu penjabaran tujuan pendidikan/ pengajaran ke dalam bentuk perbuatan hasil belajar yang khusus dan sederhana.
  • Isi bahan pelajaran harus meliputi segi pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
  • Unit-unit kurikulum harus disusun dalam urutan sistematis dan logis. Ketiga ranah belajar, yaitu pengetahuan, sikap, dan keterampilan diberikan secara stimulant dalam urutan situasi belajar. Untuk hal ini diperlukan buku pedoman guru yang memberikan penjelasan tentang organisasi bahan dan alat pengajaran secara lebih mendetail.
    – Prinsip Berkenaan Dengan Pemilihan Proses Belajar Mengajar
    Pemilihan proses belajar mengajar yang digunakan hendanknya memeperhatikan hal-hal sebagai berikut :
  • Apakah metode yang digunakan cocok untuk mengajarkan bahan pelajaran?
  • Apakah metode tersebut memberikan kegiatan yang bervariasi sehingga dapat melayani perbedaan individual siswa?
  • Apakah metode tersebut memberikan urutan kegiatan yang bertingkat-tingkat?
  • Apakah metode tersebut dapat menciptakan kegiatan untuk mencapai tujuan kognitif, afektif, dan psikomotor?
  • Apakah metode tersebut lebih mengkatifkan siswa, atau mengaktifkan guru atau kedua-duanya?
  • Apakah metode itu mendorong berkembangnya kemampuan baru?
  • Untuk belajar keterampilan sangat dibutuhkan kegiatan belajar yang menekankan “learning by doing” di samping “ learning by seeing and knowing”
    – Prinsip Berkenaan Dengan Pemilihan Media dan Alat Pegajaran
    Proses belajar mengajar yang baik perlu didukung oleh penggunaan media dan alat-alat bantu pengajaran yang tepat. Syarat-syaratnya adalah :
  • Alat/media pengajaran apa yang diperlukan. Apakah semuanya sudah tersedia? Bila alat tersebut tidak ada apa penggantinya?
  • Kalau ada alat yang harus dibuat, hendaknya memperhatikan : bagaimana pembuatannya, siapa yang membuat, pembiayaannya, waktu pembuatan?
  • Bagaimana mengorganisir alat dalam bahan pelajaran, apakah dalam bentuk modul, paket belajar dan lain-lain?
  • Bagaimana pengintegrasiannya dalam keseluruhan kegiatan belajar?
  • Hasil yang terbaik akan diperoleh dengan menggunakan multimedia.
    – Prinsip Berkenaan Dengan Pemilihan Kegiatan Peniliaian
    Penilaian merupakan bagian integral dari pegajaran :
  • Dalam penyusunan alat penilaian (test) hendaknya diikuti langkah-langkah sebagai berikut :
    Rumuskan tujuan-tujuan pendidikan yang umum, dalam ranah-ranah kognitif, afektif, dan psikimotor. Uraikan ke dalam bentuk tingkah-tingkah laku murid yang dapat diamati. Hubungkan dengan bahan pelajaran. Tuluskan butir-butir soal test.
  • Dalam merencanakan suatu penilaian hendaknya diperhatikan beberapa hal, sebagai berikut :
    Bagaimana kelas, usia, dan tingkat kemampuan kelompok yang akan ditest?
    Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pelaksanaan test?
    Apakah tes tersebut berbentuk uraian atau objektif?
    Berapa banyak butir teks yang harus disusun?
  • Dalam pengolahan suatu hasil penilaian hendaknya diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
    Norma apa yang digunakan di dalam pengolahan hasil test?
    Apakah digunakan formula quessing?
    Skor standar apa yang digunakan?
    Untuk apakah hasil-hasil test tersebut digunakan?
    – Prinsip Pelaksanaan Kurikulum Pesantren
    Dalam pelaksanaan kurikulum di Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara menggunakan 7 prinsip sebagai berikut.
  • Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan.
  • Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar, yaitu: (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) belajar untuk memahami dan menghayati, (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati   diri,   melalui   proses   pembelajaran   yang   aktif,   kreatif,   efektif,   dan menyenangkan.
  • Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan, dan/atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisi   peserta   didik   dengan   tetap   memperhatikan   keterpaduan   pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke-Tuhanan, keindividuan, kesosialan, dan moral.
  • Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan   menghargai,   akrab,   terbuka,   dan   hangat,   dengan   prinsip   tut   wuri handayani, ing madia mangun karsa, ing ngarsa sung tulada (di belakang memberikan daya dan kekuatan, di tengah membangun semangat dan prakarsa, di depan memberikan contoh dan teladan).
  • Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan   teknologi   yang   memadai,   dan   memanfaatkan  lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, dengan prinsip alam takambang jadi guru (semua yang terjadi, tergelar dan berkembang di masyarakat dan lingkungan sekitar serta lingkungan alam semesta dijadikan sumber belajar, contoh dan teladan).
  • Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal.
  • Kurikulum yang mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan   diri   diselenggarakan   dalam   keseimbangan,   keterkaitan,   dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan.

 Struktur Kurikulum

Struktur kurikulum di Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara mengacu pada standar Dinas Pendidikan Nasional, Departemen Agama, dan standar Pondok Pesantren Modern .

Struktur kurikulum terdiri atas tiga komponen, yaitu komponen mata pelajaran, muatan pesantren, muatan lokal, dan pengembangan diri. Komponen mata pelajaran dikelompokkan sebagai berikut:

  1. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia;
  2. Kurikulum 2006
  3. Kurikulum 2013
  4. Muatan pesantren
  5. Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal telah ditentukan oleh sekolah, yaitu Pendidikan Lingkungan Hidup dan Bahasa dan Sastra Sunda.
  6. Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah pribadi, kehidupan sosial, belajar, pengembangan karir peserta didik, dan kegiatan ekstrakurikuler.
  7. Alokasi pembelajaran adalah 40 menit.
  8. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 32 minggu.