Olimpiade 8 Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara – Hari ke 5

Begitu pula dengan hari ke lima ini, tidak berbeda jauh dengan hari-hari sebelumnya. Para peserta seperti biasa sebelum melakukan perlombaan tersebut diberikan arahan dan briefing oleh salah satu panitia untuk menyampaikan aturan-aturan saat perlombaan dan tentunya agar menambah kesemangatan mereka nanti saat berlomba.

Para santri ikut andil untuk menyaksikan  kemeriahan olimpiade yang dilaksanakan. Kesemangatan para penonton juga sangat membantu untuk meningkatkan para santri atau santriah yang mengikuti cabang perlombaan tersebut. Cabang olimpiade yang dilaksanakan pada hari kelima, diantaranya:

1. PBB (Pasukan Baris Berbaris)

Cabang olimpiade perlombaan PBB ini dilaksanakan di lapangan Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara yang sudah sangat tidak asing lagi untuk dijadikan salah satu tempat paling utama dalam pelaksanaan olimpiade, pada pukul 13:00 -14:30 yang diikuti oleh masing-masing peserta yang telah dibentuk kelompok, cabang olimpiade PBB ini membutuhkan kekompakan dan kebersamaan dari tiap-tiap tim nya agar mampu mendapatkan 1 pemenang. Kriteria pemenang antara lain kebersamaan, kekompakan, dan kerja sama yang kuat sehingga dimenangkan oleh tim Mi’rajul Fikri dengan kekompakan mereka yang sungguh luar biasa.

2. Self Defense

Sudah jelas jika salah satu cabang olahraga kita yang satu ini sudah pasti dilaksanakan nya di lapangan Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara kita tercinta ini, karena memang sudah menjadi tempat yang strategis untuk melaksanakan cabang olahraga Self Defense ini, yang dilaksanakan pada pukul 07:30-11:30 dan diikuti oleh santri putra saja berjumlah 15 orang, kenapa tidak ada santri putri nya ? Karena cabang olahraga Self Defense ini lebih memainkan fisik yang tinggi, jadi wajar saja jika santri putri ini tidak ada yang berminat untuk mengikutinya satupun, akan tetapi tidak usah khawatir, karena santri putri banyak yang menonton dan menyaksikan cabang olaharag Self Defense ini, para penonton sangat bersemangat sekali melihat pertandingan tersebut dimulai. Cabang Olahraga Self Defense ini dibentuk menurut berat badan mereka yang bisa dibilang dengan kelas A, B, dan C. Pada akhirnya dimenangkan oleh santri putra yaitu : kelas A (Robi Kholid), kelas B (Islah Maulana), dan kelas C (Dimas ),dengan kegagahan dan kekuatan mereka, berhasil menjadi pemenang dari cabang olahraga Self Defense ini.

3. Bilun (Hadang / Gobak Sodor)

Cabang olimpiade Bilun atau sering kita sebut dengan Hadang atau Gobak Sodor, tapi kita di Pondok sering menyebutnya dengan Bilun. Cabang olahraga bilun ini dilaksanakan di lapangan Desa Batu Loceng oleh santri putra yang berjumlah 12 tim dan di lapang Asrama oleh santri putri yang berjumlah 12 tim. Cabang olahraga bilun ini paling banyak diminati oleh seluruh santri, karena apa? karena cabang olimpiade bilun ini sangat asyik untuk dimainkan. Cabang olahraga ini dilaksanakan pada pukul 07:30-11:30. Dalam cabang olahraga bilun ini juga harus disertai dengan kekompakan, kerja keras sesama tim dan kebersamaan dalam berkomunikasi. Cabang olahraga bilun dimenangkan oleh tim sukse54mpuh di sektor putra dan istri bacester di sektor putri.

Olimpiade 8 Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara – Hari ke 4

Tiba di hari ke-4 Olimpiade 8 Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara, 3 cabang olahraga siap diikuti para atlet. Olimpiade ke-4 yang bertepatan pada hari Minggu 16 Desember 2018 ini dimulai dari pukul 13.00 dikarenakan di pagi harinya seluruh warga Ponpes Baitul ‘Izzah Nusantara beserta orangtua santri berada dalam program rutin mingguan yaitu Istighotsah.

Seperti biasa, arahan dari sekretaris panitia diberikan untuk menertibkan perlombaan. Kemudian diteruskan kepada penanggung jawab masing-masing cabang olahraga guna mensosialisasikan kembali aturan main dalam setiap cabang olahraga. Kali ini cabang olahraga takraw, tenis meja, dan lompat jauh mengisi rangkaian pertandingan olimpiade 8 hari ke-4.

Lapangan Baitul ‘Izzah Nusantara menjadi tempat cabang olahraga takraw yang diikuti oleh  orang santri putra dan terbagi dalam 16 tim yang akan melahirkan juara takraw senior dan junior putra. Di cabang olah raga yang dapat dikatakan digemari oleh banyak kalangan dan bersifat olahraga sosial adalah tenis meja. Di cabang olahraga ini diikuti oleh 16 orang santri putra. Adapun tempat cabang olahraga tenis meja ini diadakan di gedung Papandayan II Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara. Selanjutnya salah satu bagian dari cabang atletik adalah Lompat Jauh. Cabang olahraga yang dinilai dari jauhnya lompatan seorang atlet ini diikuti oleh 20 orang santri putra dan 4 orang santri putri dan diadakan di lapangan Desa Suntenjaya.

Santri kelas 4 putra atas nama Akbar Sya’airila menjadi juara dalam cabang olahraga tenis meja. Sedangakan untuk takraw, juara terbagi ke dalam 2 kategori yaitu senior dan junior. Untuk senior takraw putra sendiri dijuarai oleh tim The Big Family 4G 4mpuh yang beranggotakan Ilyasa Royhan Jami’, Ikhsan Fadil, dan Ilham Fauzan. Adapun untuk kategori junior takraw putra dijuarai oleh Fajar Fadilah, Elan Jaelani, Agis Syaeful Aziz yang tergabung dalam tim X-On Marlong. Beralih ke cabang olahraga lompat jauh yang berhasil mencatat jarak lompatan sepanjang 4,60 meter kategori junior putra dijuarai oleh Muhammad Syaeful Aziz. Serta untuk Senior putri lompatan terjauh dicatat oleh Syakira Arsytama dengan 2,62 meter.

 

Olimpiade 8 Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara – Hari ke 3

Hai guys …

Cabang olimpiade pada hari ke tiga, Sabtu, 15 Desember 2018 ialah Silat (Tanding) dan Futsal.

Seperti yang kalian tahu beberapa kegiatan tersebut tidak asing lagi di kehidupan kita karena sering kita ikuti khususnya bagi para santri.

Berikut penjelasan yang lebih detailnya guys di hari ketiga pelaksanaan Olimpiade ialah

1 Silat (Tanding)

Nah, guys Silat (Tanding) ini merupakan salah satu cabang olahraga dari silat dikegiatan non akademik.

Silat (Tanding) ini sangat banyak diminati oleh para santri Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara khususnya para santri putra namun santri putri pun  tidak ingin ketinggalan loh guys dalam belajar beladiri khususnya Silat (Tanding).

Nah guys Silat (Tanding) tersebut dilakukan secara berpasangan tentunya putra dan putri dipisah. Mereka  pun tidak merasa kaku ataupun takut dalam pelaksanaan tarung tersebut, mengapa?

Ada yang tahu tidak guys?

Karena mereka sudah terbiasa terlatih dalam setiap minggunya insya Allah.

Sehingga dengan adanya club silat membuat mereka  terbiasa dan terlatih bela diri yang membuat persendian otot pun tidak kaku karena terlatih.

Dan pelaksanaan tarung tersebut dibagi menjadi tiga kelas yang disesuaikan dengan berat badan untuk :

kelas A dengan bobot maksimal 105 pon (48 kg)

Kelas B dengan bobot maksimal 115 pon (52 kg)

Kelas C dengan bobot maksimal 125 pon (56 kg)

Dan para pemenang Silat (Tanding)

kelas A :Ahmad Ilvana

Kelas B :Ilyasa Royhan Jami’

Kelas C :Robi Khalid

 

2 FUTSAL

Nah teman teman begitu pula dengan futsal salah satu cabang olahraga non akademik yang mana kegiatan tersebut diikuti oleh para santri baik putra maupun putri nah guys pelaksanaan tersebut berlangsung di hari ketiga pada saat olimpide pastinya.

Pelaksanaannya pun tidak dilaksanakan di lapangan Pondok namun untuk santri putra kegiatan futsal tersebut dilaksanakan di lapangan Desa Suntenjaya dan untuk putri kegiatan tersebut dilaksanakan di lapangan Desa Asrama.

Pesertanya pun terdiri dari 12 tim satu timya terdiri dari 6 orang baik putra maupun putri dari masing masing tim yang mengikuti futsal tersebut mereka mempunyai nama tim masing-masing tentunya untuk membedakan dengan kelompok lainya dan tidak hanya nama timnya saja dalam pakaiannya pun mereka bedakan dengan warna baju angkatan ataupun sesuai dengan timnya masing-masing.

Untuk sistem pelaksanaan olimpiade futsal ini sistem gugur yang mana para pemain hanya memiliki satu kesempatan untuk bertanding.

Dan untuk olimpiade futsal dimenangkan oleh tim Authority Putra (Teguh Permana, Ilham, Khaidir, Iksan, Egi, Agis) dan untuk putrinya dimenangkan oleh tim Kapten Tsubasa X-On (Agnia, Hilmah, Melinda, Alni, Fazwin)