Olimpiade 8 Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara – Hari ke 2

Olimpiade merupakan kompetensi cabang olahraga terbesar di Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara.

Sebelum seluruh peserta cabang olahraga perlombaan ini dilaksanakan, seluruh peserta berkumpul dahulu di lapangan untuk diberikan arahan dan briefing oleh salah satu panitia cabang perlombaan olympiade .

Di pondok pesantren baitul ‘izzah nusantara,cabang olahraga  yang dilaksanakan pada hari kedua ini terdapat ke dalam 4 cabang olahraga perlombaan yang dilakukan pada pukul 07:30 sampai 14:30, di antaranya : marathon 5 km, voly, silat TGR dan seni rupa .

Nahhh pada tiap-tiap cabang olahraga ini tidak semua santri ikut andil untuk menyaksikan  kemeriahan olimpiade yang dilaksanakan, karena semua cabang olahraga itu tepat berlangsung dalam 1 waktu jadi banyak cabang perlombaan yang dilaksanakan, mereka harus memilih salah satu tempat cabang olahraga yang akan mereka tuju, tetapi itu tidak akan mengurangi rasa semangat para peserta untuk mengikuti perlombaan tersebut. Kesemangatan para penonton juga sangat membantu untuk meningkatkan para santri atau santriyah yang mengikuti cabang perlombaan tersebut .

Selanjutnya dalam pelaksanaan cabang perlombaan kali ini bukan hanya santri atau santriah yang ikut memeriahkan, akan tetapi para staff guru dan dewan pengajar yang lainnya tentunya ikut berpartisipasi dan memeriahkan.

Cabang olimpiade marathon 5 km ini diikuti oleh santri putra 20 peserta dan santri putri 5 peserta,mereka semua berlomba-lomba untuk mengejar garis finish yang sudah ditentukan, karena siapa yang mengira jika disaat perlombaan berlangsung pasti seluruh peserta yang mengikuti cabang tersebut tidak mungkin ada peserta yang berleha-leha untuk mengikutinya, pasti semuanya juga berbondong-bondong untuk mencapai titik kemenangan yang mereka harapkan dan pemenang cabang olimpiade marathon 5 km ini dimenangkan oleh senior putra yaitu santri kelas 5, Egi Ridwan dengan waktu 21,25 menit dan junior putra yaitu santri kelas 3 Muhammad Arid dengan waktu 23,29 menit, jangan bilang putri tidak ada yang memenangkan perlombaan marathon 5 km ini, tentunya santri putri juga memiliki tenaga yang kuat dan cekatan untuk bisa memenangkan lomba ini, yang dimenangkan oleh junior putri yaitu santri kelas 1, Hanifa Mubarokah dengan 30.32 menit. Begitu cepatnya dan lincahnya para peserta sehingga dapat memenangkan perlombaan ini.

Lalu selanjutnya cabang olimpiade volley ball yang dilaksanakan di dua tempat, di Lapangan Asrama oleh santri putri dan di lapangan Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara oleh santri putra. Perlombaan berlangsung dengan sengit dan para penonton sangat bersemangat menikmati  perlombaan tersebut hingga pukul 11:30. Nama tim dari para pemenang ini bisa dikatakan unik seperti di santri putra yang dimenangkan oleh tim sukse54mpuh dan pemenang santri putri yaitu tim istri bacestrer.

Kemudian cabang olimpiade seni rupa yang dilaksanakan di lapangan Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara yang diikuti oleh santri putra berjumlah 16 orang dan santri putri berjumlah 12 orang, para peserta mengeluarkan kekreativitasan mereka masing-masing dalam membuat kaligrafi se-unik mungkin. Di sana terdapat beraneka ragam macam seni kaligrafi yang berbeda –beda. Nahh di sanalah titik kekreativitasan mereka dalam membuat seni kaligrafi, para peserta memilih salah satu bentuk macam seni kaligrafi yang mereka sukai dan dirangkai seindah mungkin sehingga berhasil menemukan pemenang dari semua tim tersebut, akan tetapi pada cabang olimpiade seni rupa ini tidak memihak pada santri putra ataupun putri melainkan hanya dipilih salah satu dari mereka dan dimenangkan oleh  the F creativity team (Firhan Saputra, Fikri Ainul Yaqin, Fawaz Dzulfikar dan Fazrul Fatih).

Dan yang terakhir yaitu cabang olimpiade silat yang dilaksanakan di lapangan Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara kita tercinta  pada pukul 07:30 sampai 11:30 yang ditanggungjawabi oleh Pembina Neneng Ismi. Para peserta harus bisa menguasai seluruh macam-macam silat yang telah diberikan. Umumnya silat ini lebih banyak diminati oleh para santri putra karena santri putri tidak terlalu berminat kepada cabang olimpiade silat ini. Hingga akhirnya dimenangkan oleh santri putra kelas 5 yaitu Irsan Fauzi dengan waktu 02:56 menit.

 

 

Olimpiade 8 Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara – Hari ke 1

Rabu, 12 Desember 2018 menjadi hari pertama acara Olimpiade 8 Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara Tahun 2018.

Sebelum perlombaan dimulai, para atlet dari berbagai cabang olahraga hari pertama melakukan briefing atau arahan. Arahan tersebut diberikan dari jajaran sekretaris panitia lau dilanjutkan kepada penanggung jawab setiap cabang olahraga.

Elekrtro, Jurnalistik, Sains dan Tolak Peluru adalah cabang olahraga yang dilombakan di hari pertama. 15 santri mengikuti  cabang olimpiade elektro yang terbagi ke dalam 3 grup. Lalu untuk cabang olimpiade jurnalistik diikuti oleh 41 santri. Selanjutnya di cabang olimpiade sains diikuti oleh 6 tim yang beranggotakan 4 orang. Untuk cabang olahraga tolak peluru yang menjadi cabang olimpiade baru dalam olimpiade 8 ini, diikuti oleh 20 santri putra dan 6 santri putri.

     

Keantusiasan terasa ketika santri berlomba memanfaatkan waktu yang telah diporsikan khususnya dalam cabang olimpiade yang bersifat proyek seperti Sains, Jurnalistik dan juga Elektro. Bagi cabang olahraga tolak peluru pun tak kalah antusias. Setiap atlet berlomba mencetak jarak tolakan yang jauh dari peluru seberat 3 kg. Hingga akhirnya tolakan terjauh dicetak oleh santri kelas 4, Hikmal Faisal Maulana, dengan jarak tolakan 10,40 meter yang menjadi juara dalam tolak peluru senior putra. Lalu disusul dengan jarak tolakan sejauh 10,24 meter yang berhasil melampaui catatan tolak peluru junior putra daerah dicetak oleh santri kelas 3 asal Bandung yaitu Muhammad Syaeful Aziz. Selain itu juara dari santri putri dicetak oleh Delia Nurjannah, santri putri kelas 4 asal Bandung dengan jauh tolakan 5,80 meter.

Cabang olimpiade elektro dengan proyeknya membuat robot laba-laba dengan remote kontrol dimenangkan oleh tim 4G 5ukses ampuh yang dianggotai oleh Egi Ridwan, Sukma Pramudita, Fajrin Nurfaiz, Wardani Pangestu, dan Nandi. Lalu dari cabang olimpiade sains dengan proyek membuat percobaan gunung meletus dari campuran CH3COOH atau cuka, sabun cuci piring, pengembang kue, pewarna makanan, tissu, cawan untuk reaksi larutan, dan tanah liat untuk membuat replika gunung dijuarai oleh Tata Tabrani, Muhammad Syahdan Husaeri, Fawaz Dzulfikar, dan Muhammad Ichsan yang tergabung dalam tim The Prestigious. Tak kalah, cabang olimpiade jurnalistik pun diwakili oleh Shafa Qanita kelas 5 asal Bandung sebagai juara di tahun ini.

Demikianlah cabang olimpiade di hari pertama. Nantikan cabang olimpiade lainnya yang tidak kalah menarik. Olimpiade 8! Survive of Life, Thinking of Life, and Skill of Life!