Upacara Bendera di SMP-SMA Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara

Setiap hari Senin, di setiap lembaga pendidikan dilaksanakan kegiatan Upacara Bendera pada pagi hari. Begitu juga di SMP – SMA Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara, upacara bendera sudah menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari Senin.

Kali ini Kelas 4 mendapat giliran menjadi petugas upacara. Ada 17 orang dari santri/santriah kelas 4 yang terpilih menjadi petugas upacara. Mereka bertugas sebagai (1) pembaca tata upacara bendera (MC); (2) pengatur upacara; (3) pemimpin upacara; (4) pembawa teks Pancasila (ajudan); (5) pengibar bendera (3 orang); ( 6) pembaca UUD 1945; (7) pembaca doa; (8) pembaca ikrar santri (9) konduktor/dirigen; dan (10)  pemimpin pasukan (6 orang). Sementara yang belum terpilih menjadi petugas tersebut, bertugas sebagai tim paduan suara.

Upacara bendera setiap hari Senin merupakan kegiatan wajib yang harus dilaksanakan oleh seluruh sekolah, baik sekolah negeri maupun swasta. Kewajiban ini berdasarkan Permendikbud RI Nomor 23 Tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti (PBP).

Upaca Bendera hari Senin mempunyai manfaat yang sangat baik bagi upaya penumbuhan budi pekerti dan karakter bangsa, terutama nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan. Nilai-nilai tersebut terkandung di dalam setiap urutan kegiatan/tata upacara bendera. Nilai-nilai karakter tersebut di antaranya adalah nilai keberanian, kedisiplinan, kejujuran, kehematan, kebijaksanaan, kebersamaan, dan keikhlasan (termaktub dalam Sapta Jiwa Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara. Selain dari itu, melatih juga ketahanan fisik dan mental para santri.

Yang pertama adalah pengibaran Bendera Merah Putih. Terdapat nilai-nilai luhur yang dapat ditumbuhkan di dalam kegiatan pengibaran bendera ini. Bagi petugas pengibar bendera, ada nilai gotong royong dan kebersamaan yang bisa diambil ketika melaksanakan tugasnya. Mereka harus terbiasa dan bisa mengharmoniskan posisi badan dan gerakan ayunan tangan dan hentakan kaki mereka. Salah seorang diantara petugas bendera itu tidak boleh ada yang berbeda gerakan dan sikapnya. Jika ada, maka pelaksanaan upacara benderanya bisa dinyatakan kurang baik. Hal ini dikarenakan pengibaran Sang Merah Putih merupakan ruh atau kegiatan inti dari pelaksanaan Upacara Bendera.

Kegiatan yang kedua adalah mengheningkan cipta. Ketika mengheningkan cipta, peserta didik diajak untuk mengingat dan menghayati jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur merebut kemerdekaan serta seraya mendoakan mereka yang telah mengorbankan jiwa, raga, dan harta. Dengan demikian para peserta didik dapat meneladani jiwa patriotisme para pejuang dan kecintaan mereka terhadap bangsa dan negara akan semakin tumbuh dan kuat.

Kegiatan yang ketiga adalah membaca teks Pancasila. Pada kegiatan ini, pembina upacara membacakan teks Pancasila. Hal ini dimaksudkan agar para peserta upacara dapat mengingat dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dari sila pertama sampai sila kelima. Dengan demikian akan menumbuhkan sikap pancasilais di dalam diri dan jiwa para santri.

Kegiatan yang keempat adalah pembacaan teks Pembukaan UUD 1945. Kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali tentang dasar Negara Indonesia. Sehingga para santri dapat mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Kemudian kegiatan yang kelima adalah amanat pembina upacara. Pada kesempatan ini, pembina upacara memberikan amanat atau nasihat kepada para peserta upacara. Amanat atau nasihat yang disampaikan oleh Ustadzah Nurul Faridah yang dengan menggunakan bahasa Inggris (jadwal hari berbahasa Inggris) adalah mengingatkan pesan Pimpinan Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara, KH. B. Purba, S.Pd.I, M.M.Pd,¬† tentang nilai-nilai karakter Islami yang tidak boleh hilang dalam setiap diri walaupun mayoritas generasi milenial yang serba tergantung dengan teknologi. Dengan demikian diharapkan para santri dapat terus mengingat dan mengamalkan apa yang dinasihatkan oleh pembina upacara.

Itulah kegiatan di dalam tata upacara bendera yang kental dengan pendidikan karakter. Semoga kegiatan Upacara Bendera ini dapat menumbuhkan nilai-nilai karakter bangsa dan mencetak generasi-generasi yang kuat dan tangguh ilmunya dan fisiknya, (basthotan fil ‘ilmi wal jismi). Sehingga tercapai visi Pondok Pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara, “Belajar Hidup dan Menghidupi Bermental Intelektual Bermoral Spiritual Mewujudkan Generasi Terbaik Bangsa”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *