bagai tak kunjung usai

Diposting pada: 2016-12-17, oleh : Admin1, Kategori: Artikel

karya :Abdul Madjid Al-aiman

santri kelas5

Satu,dua ,dan tiga bahkan sampai sepuluh adalah hal yang biasa ,namun setelah puluhan, bahkan sampai ratusan, dan dilakukan berkali –kali ,mungkin seseorang akan mengeluh , dan menuntut untuk berhenti melakukannya karna lelah yang di tanggungnya.

  “ah ..cape”.itulah lirih rendah santri baru Baitul ‘Izzah Nusatara melihat rentetan tangga yang menjadi alternatif berjalan kami tiap hari  ,tangga yang bagaikan tumpukan batu yang di poles semen secara rapih .

Ratusan tangga di ponpes BIN ini menjadi salah satu bentuk instrumen keras yang melatih gerak kaki kami ,sebagai santri di pondok ini ,karna hal ini sungguh melelahkan dan membuat siapa saja yang melewatinya seketika saja menggeluh .mengapa? karna hal ini terus dilakukan setiap waktu.

Semua seperti memiliki argumen masing-masing tentang tangga ini,bagai inilah tempat kami mengeluh,melotar kata dan berbagi cerita .tiap hari, bahkan tiap waktu ,dimana hari-hari kita terasa lebih sempit untuk terus mendengarkan guru di kelas ,lelah menaiki tangga ini bukan hanya dirasakan oleh seluruh santri ,bahkan oleh pekerja, dan orang tua yang sempat untuk melewati tangga ini .

Walau sedingin apapun malam dan sepanas apapun siang, tangga ini tetap menjadi sahabat kecil kami.yang terus melatih kami untuk sejenak berpikir “jangan megeluh ,tetap tenang,suatu saat kau mungkin akan mengerti dengan hal yang sering kau lakuakan ini “.karna begitulah faktanya .tanpa disadari hari demi hari yang kami lewati tangga ini memberi banyak faktor baik dalam hidup santri BIN tentunya.

Seperti kita ketahui bersama- sama ,bahwa tujuan adalah hal yang menjadi daya tarik seseorang untuk melakukan sesuatu ,karna tujuan merupakan alasan besar sesuatu dianggap berguna dan penting, untuk tetap dilakukan dan dijadikan rutinitas setiap harinya ,dan seperti kita ketahui bahwa makhluk hidup pada dasarnya disebut tetap hidup disebabkan satu hal yang sangat penting .yaitu”bergerak”.karna bergerak selain menjadi alasan penting atau faktor seseorang dianggap hidup, hal ini pun bisa menjadi salah satu media untuk seseorang  tetap dalam keadaan sehat ,dan hal yang seperti inilah yang biasa disebut dengan olah raga.

Dalam sehari ada 5waktu shalat wajib,setiap shalat kami pergi kemesjid dan melewati 175 anak tangga untuk putra dan 139 untuk putri .lalu 100 anak tangga untuk kekelas ,belum ketika kami eskul dan kegiatan lainnya yang membuat kami terus berjalan dan melewati ratusan anak tangga itu,dan hal ini dilakukan setiap hari tanpa ada jalan lain untuk kami menghindari bertemu dengan hal ini ,yaitu lelah.

Mungkin kegiatan ini melelahkan bahkan sangat melelahkan ,tapi hal ini tidaklah menjadi keluh kesah bagi orang  terus melewatinya ,sehingga tidaklah kami selalu mengeluarkan keluh kesah ,dan rasa penat kami terhadap anak tangga yang jumlahnya ratusan ini,bahkan kadang kala kami berlari dan melompat rendah untuk bergerak cepat,berlomba bersama teman untuk menunjukan siapa yang tercepat ,walau kadang kala kami terjatuh karna tangga yang licin yang kami lewati sesaat hujan telah usai.tapi tak apalah ,semua itu indah,lebih indah dari menang ketika berlomba bersama teman ,walau disisi lain kami merasa sakit, tapi selalu saja tersisipkan bagi kami berbagai hikmah yang mungkin menjadi bekal bagi kami untuk menghadapi setiap kelumit kehidupan ,emang lebay sich kayanya ,tapi ini benar terjadi lokh....,gak percaya ?

Silakan coba

Eeeehhh.... udah dulu aku mau balapan dulu sama temenku.

sampai bertemu lagi  di artikel selanjutnya.

Byeee...

 

 


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  Opsional, boleh kosong
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini