TIDUR DI PONDOK

Diposting pada: 2016-12-17, oleh : Admin1, Kategori: Artikel

Oleh:Rizki Armanda

santri kelas 5

Baitul ‘izzah nusantara ,tempat yang penuh dengan kenangan karena setiap momen yang saya alami ,tak lepas dari kebersaman terutama kebersamaan dalam berlomba –lomba mengambil kasur setelah renungan malam yag rutin kami laksanakan setiap malam .tidur memang termasuk agenda wajib yang harus dilaksanakan oleh santri.jam 22:00-03:00 pagi adalah asupan yang pas bagi seorang santri untuk memperwaras otak santri yang kadang merasa tertekan selama hampir 19 jam melaksanakan kegiatan didalam pondok .

Sebenarnya pondok bukan bukan ingin menciptakan generasi pelajar yang gila dalam arti umum sebagai orang yang bertelanjang bulat ,berbicara sendiri ,mengumpulkan sampah yang dianggap harta karun dan lainnya ,tapi maksudnya “memperwaras”adalah sebagai salah satu bentuk kepedulian sosial dimana masyarakat umum sudah menganggap hal-hal yang dahulu tidak wajar menjadi hal yang wajar .saya kira masyarakat yang beginilah yang disebut gila yang sebenarnya .salah satu bentuk ketidakwarasan masyarakat dunia adalah pelegalan hubungan sesama jenis yang pada sunnatullah sudah digariskan bahwa hubungan itu hanya berlaku bagi yang berlawan jenis.ayam saja tidak pernah minta tuhan untuk mengizinkannya menikahi sesama jenis.apalagi manusia yang punya akal sehat untuk membedakan yang benar dan salah .

Saya bertanya kepada beberapa kawan saya di pondok tentang hobi-hobi mereka setiap hari yang mau tak ada di dalam kehidupan .bermain bola ,catur ,voli,tenis meja, parkour,sepak takraw ,  dan tidur? Saya tercengang dan merasa binggung dengan salah satu hobi tidur yang saya anggap bukan hal yang wajar bila dianggap hobi ,setelah saya tanya kesana kemari ,dan saya mendapatkan salah satu alasan mengapa ada yang menganggap tidur sebagai salah satu hobi dalam hidupnya .

“tidur”dalam bahasa pondok berarti memejamkan mata walaupun hanya sebentar .salah satu kejadian tibur didalam pondok adalah ketika terkantuk-kantuk karena lelah melaksanakan kegiatan –kegiatan di dalam pondok .sebenarnya ia tidak tidur tapi hanya mengedipkan mata sedikit saja .tapi,kawannya pasti berkata ,”kamu tidur ya...” .begitulah arti tidur di dalam pondok .

Pondok mengajarkan kepada kita untuk meberi porsi yang cukup untuk istirahat .5jam untuk tidur memang hal yang dianggap gila bagi seorang pelajar di luar pondok .tapi,pondok tak hanya mengajarkan pengetahuan umum yang hanya yang disandarkan pada logika saja .syariat islam juga harus dijunjung tinggi karena yang membuat aturannya bukanlah manusia yang berlogika tapi Allah SWT yang mencitakan logika .Allah memerintahkan umat islam untuk bangun pada malam hari karena disana banyak tersimpan berkah dan waktu diijabahnya do’a .Allah SWT berfirman dalam surat Al-isra :79

“dan pada sebagian malam laksanakanlah shalat  tahajjud (sebagai suatu ibadah)  tambahan bagimu ,mudah-mudahan tuhanmu mengangkatmu ketempat terpuji”

 Para santri tahu bahwa do’a adalah senjata dalam “perang ideologi”,haruslah orang bergantung diri kepada Allah SWT dan memperbanyak do’a sebanyak mungkin .

Pada awalnya memang saya menganggap pondok  sebagai orang gila karena mengurangi porsi tidur saya .setelah saya tahu bahwa  sayalah yang tidak waras karena islam mengggajarkan bahwa banyak tidur itu banyak madhorotnya,saya yakin pondok benar-benar mewujudkan visinya yakni”belajar hidup dan menghidupi untuk menciptakan generasi terbaik bangsa “.saya pikir-pikir  tentang visi ini .bila saya menafsirkan dengan logika saya yang mungkin akan banyak hal yang salah  menafsirkan visi itu.tapi,begini saja  ,singkatnya , bagaimana kita hidup (berinteraksi) kalau kita sedang tertidur pulas diatas ranjang .jangankan menciptakan generasi terbaik terbaik bangsa ,diri sendiri saja masih penuh dengan kotoran mata dan liur karena banyak tidur apalagi mau menghidupi kehidupan orang lain agar menjadi insan yang kamil di dunia.

Begitulah pondok mendidik tidur hanya untuk tempat istirahat ,bukan menu utama dalam kehidupan .

Ya udah deh.. akunya mau tidur dulu...

Tidur dalam pondok

 


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  Opsional, boleh kosong
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini