17 Agustus 2017 versi Baitul ‘Izzah Nusantara

Diposting pada: 2017-08-24, oleh : Admin1, Kategori: Agenda Pondok Pesantren

Fawaz Dzulfiqar

santri kelas 3b

 

 

            “Merdeka...!merdeka..!merdeka..!,, Allahu akbar!” Begitulah semangat juang pimpinan pondok pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara, saat mengobarkan pidatonya di panggung merah putih berkilau, dihadapan para santri/ah  K.H Beno Purba berpidato tentang kemerdekaan Indonesia, kala matahari menyinari dasar lapangan menerangi banner besar yang terpangpang wajah pak Soekarno dan Kyai Beno yang bisa dibilang cukup mirip bila disamakan, tanpa halang rintang pada waktu itu pula Kyai Beno melantangkan kata katanya yang penuh makna.

            Teringat padanya perjuangan perjuangan rakyat semesta di jaman dahulu, yang berjuang keras melawan sekutu demi tanah air yang suci, beberapa pepatah kata yang beliau katakan adalah “Banyak orang yang keliru dengan proses kemerdekaan Indonesia, sebenarnya bukan BPUPKI saja yang memerdekakan sang Indonesia raya, tapi seluruh insan yang ikhlas berjuang untuk negaranya. Mulai dari orang-orang kecil hingga orang-orang besar tiada yang acuh terhadap kemerdekaan kala itu, semua rela mengorbankan nyawanya demi keberhasilan anakcucunya, jadi tak mungkin bila BPUPKI sendiri yang memangkul negara ini.”

            Terwujudnya seantero nusantara ini bukan hasil egoisme tapi dengan saling pangkul memangkul bantu sama lain. Oleh karena itu hargailah dan syukuri jasa para pahlawan di masa kelam.

            Tak terasa 72 tahun sudah umur sang Raya tanpa kita sadari 2017 menjadi momentum penambah tahun yang baru, tapi apakah kalian sudah merasa bahwa indonesia merdeka? Apakah indonesia merdeka dengan korupsinya yang merajalela? dan narkobanya yang meratulela?Tidak!!! Korupsi bukan ciri republik merdeka, Narkoba adalah alat penjajah untuk menjajah akal masyarakat, oleh karena itu jadikanlah indonesia sebagai negara anti KorNar(Korupsi dan Narkoba)

            Merdekaa!, sebelumnya menurut istilah kalian sendiri apa itu “merdeka”? kalau menurut saya merdeka itu bebas! Kyai Beno mengatakan dalam pidatonya”Ingat! Merdeka itu bebas .., tapi bukan bebas dari aturan, aturan tetaplah ada..,” yaps, betul sekali merdeka di sini yaitu bebas dari penjajah bukan aturan.

            Seperti di daerah lain, ketika tanggal kemerdekaan muncul, pasti akan dirayakan secara heboh, seperti adanya acara kenegaraan, Upacara, Lomba, atau konvoi. Di Baitul ‘Izzah Nusantara para santri/ah mengikuti lomba menari, namun tarian khusus indonesia saja, atau tari daerah, seperti tari piring, jaipong, topeng, dsb. System perlombaan tersebut dengan menampilkan per-kelas masing masing, dan perwakilan satu orang untuk ikut serta solo vocal, perlombaan berjalan dengan lancar dan heboh, rata rata tari yang ditampilkan berasal dari pulau Sumatera, sebagian kecil dari Jawa,Sulawesi, Bahkan Irian jaya pun ada. Namun tak disangka pemenang 3 urutan semua yang menampilkan tarian bernuansa papua, memang nuansa papua itu lucu, heboh dan menarik itu yang membuat para penonton tertarik, apalagi kostum mereka yang compang camping membuat acara semakin berwarna.

            Di kubu solo vocal pemenang 3 urutannya adalah Dani setiawan yang pertama, ia adalah pemenang di pentas solo vocal tahun lalu, yang kedua yaitu Hazimah, murid baru yang ternyata suaranya menggelegar menggetarkan pondok, dan yang ketiga Andini, dia memang sudah tak jarang tampil diacara-acara sebagai penyanyi maka tak heran ia bisa menempati perunggu, Begitulah meriahnya acara Dirgahayu Indonesia ke 72 versi Baitul ‘Izzah Nusantara.

            Semoga Indonesia menjadi negara yang maju dan mampu mewujudkan otak otak yang berguna untuk indonesia kedepannya.., Amiin

            Jayalah Indonesia Merdeka..Merdeka..Merdeka Allahuakbar!

Sekian..:)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                           

                                                                                                            By : VanzVigor_jr08

17 AGUSTUS 1945 DAN 2017 VERSI BAITUL ‘IZZAH NUSANTARA

            “Merdeka...!merdeka..!merdeka..!,, Allahu akbar!” Begitulah semangat juang pimpinan pondok pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara, saat mengobarkan pidatonya di panggung merah putih berkilau, dihadapan para santri/ah  K.H Beno Purba berpidato tentang kemerdekaan Indonesia, kala matahari menyinari dasar lapangan menerangi banner besar yang terpangpang wajah pak Soekarno dan Kyai Beno yang bisa dibilang cukup mirip bila disamakan, tanpa halang rintang pada waktu itu pula Kyai Beno melantangkan kata katanya yang penuh makna.

            Teringat padanya perjuangan perjuangan rakyat semesta di jaman dahulu, yang berjuang keras melawan sekutu demi tanah air yang suci, beberapa pepatah kata yang beliau katakan adalah “Banyak orang yang keliru dengan proses kemerdekaan Indonesia, sebenarnya bukan BPUPKI saja yang memerdekakan sang Indonesia raya, tapi seluruh insan yang ikhlas berjuang untuk negaranya. Mulai dari orang-orang kecil hingga orang-orang besar tiada yang acuh terhadap kemerdekaan kala itu, semua rela mengorbankan nyawanya demi keberhasilan anakcucunya, jadi tak mungkin bila BPUPKI sendiri yang memangkul negara ini.”

            Terwujudnya seantero nusantara ini bukan hasil egoisme tapi dengan saling pangkul memangkul bantu sama lain. Oleh karena itu hargailah dan syukuri jasa para pahlawan di masa kelam.

            Tak terasa 72 tahun sudah umur sang Raya tanpa kita sadari 2017 menjadi momentum penambah tahun yang baru, tapi apakah kalian sudah merasa bahwa indonesia merdeka? Apakah indonesia merdeka dengan korupsinya yang merajalela? dan narkobanya yang meratulela?Tidak!!! Korupsi bukan ciri republik merdeka, Narkoba adalah alat penjajah untuk menjajah akal masyarakat, oleh karena itu jadikanlah indonesia sebagai negara anti KorNar(Korupsi dan Narkoba)

            Merdekaa!, sebelumnya menurut istilah kalian sendiri apa itu “merdeka”? kalau menurut saya merdeka itu bebas! Kyai Beno mengatakan dalam pidatonya”Ingat! Merdeka itu bebas .., tapi bukan bebas dari aturan, aturan tetaplah ada..,” yaps, betul sekali merdeka di sini yaitu bebas dari penjajah bukan aturan.

            Seperti di daerah lain, ketika tanggal kemerdekaan muncul, pasti akan dirayakan secara heboh, seperti adanya acara kenegaraan, Upacara, Lomba, atau konvoi. Di Baitul ‘Izzah Nusantara para santri/ah mengikuti lomba menari, namun tarian khusus indonesia saja, atau tari daerah, seperti tari piring, jaipong, topeng, dsb. System perlombaan tersebut dengan menampilkan per-kelas masing masing, dan perwakilan satu orang untuk ikut serta solo vocal, perlombaan berjalan dengan lancar dan heboh, rata rata tari yang ditampilkan berasal dari pulau Sumatera, sebagian kecil dari Jawa,Sulawesi, Bahkan Irian jaya pun ada. Namun tak disangka pemenang 3 urutan semua yang menampilkan tarian bernuansa papua, memang nuansa papua itu lucu, heboh dan menarik itu yang membuat para penonton tertarik, apalagi kostum mereka yang compang camping membuat acara semakin berwarna.

            Di kubu solo vocal pemenang 3 urutannya adalah Dani setiawan yang pertama, ia adalah pemenang di pentas solo vocal tahun lalu, yang kedua yaitu Hazimah, murid baru yang ternyata suaranya menggelegar menggetarkan pondok, dan yang ketiga Andini, dia memang sudah tak jarang tampil diacara-acara sebagai penyanyi maka tak heran ia bisa menempati perunggu, Begitulah meriahnya acara Dirgahayu Indonesia ke 72 versi Baitul ‘Izzah Nusantara.

            Semoga Indonesia menjadi negara yang maju dan mampu mewujudkan otak otak yang berguna untuk indonesia kedepannya.., Amiin

            Jayalah Indonesia Merdeka..Merdeka..Merdeka Allahuakbar!

Sekian..:)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                           

                                                                                                            By : VanzVigor_jr08

17 AGUSTUS 1945 DAN 2017 VERSI BAITUL ‘IZZAH NUSANTARA

            “Merdeka...!merdeka..!merdeka..!,, Allahu akbar!” Begitulah semangat juang pimpinan pondok pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara, saat mengobarkan pidatonya di panggung merah putih berkilau, dihadapan para santri/ah  K.H Beno Purba berpidato tentang kemerdekaan Indonesia, kala matahari menyinari dasar lapangan menerangi banner besar yang terpangpang wajah pak Soekarno dan Kyai Beno yang bisa dibilang cukup mirip bila disamakan, tanpa halang rintang pada waktu itu pula Kyai Beno melantangkan kata katanya yang penuh makna.

            Teringat padanya perjuangan perjuangan rakyat semesta di jaman dahulu, yang berjuang keras melawan sekutu demi tanah air yang suci, beberapa pepatah kata yang beliau katakan adalah “Banyak orang yang keliru dengan proses kemerdekaan Indonesia, sebenarnya bukan BPUPKI saja yang memerdekakan sang Indonesia raya, tapi seluruh insan yang ikhlas berjuang untuk negaranya. Mulai dari orang-orang kecil hingga orang-orang besar tiada yang acuh terhadap kemerdekaan kala itu, semua rela mengorbankan nyawanya demi keberhasilan anakcucunya, jadi tak mungkin bila BPUPKI sendiri yang memangkul negara ini.”

            Terwujudnya seantero nusantara ini bukan hasil egoisme tapi dengan saling pangkul memangkul bantu sama lain. Oleh karena itu hargailah dan syukuri jasa para pahlawan di masa kelam.

            Tak terasa 72 tahun sudah umur sang Raya tanpa kita sadari 2017 menjadi momentum penambah tahun yang baru, tapi apakah kalian sudah merasa bahwa indonesia merdeka? Apakah indonesia merdeka dengan korupsinya yang merajalela? dan narkobanya yang meratulela?Tidak!!! Korupsi bukan ciri republik merdeka, Narkoba adalah alat penjajah untuk menjajah akal masyarakat, oleh karena itu jadikanlah indonesia sebagai negara anti KorNar(Korupsi dan Narkoba)

            Merdekaa!, sebelumnya menurut istilah kalian sendiri apa itu “merdeka”? kalau menurut saya merdeka itu bebas! Kyai Beno mengatakan dalam pidatonya”Ingat! Merdeka itu bebas .., tapi bukan bebas dari aturan, aturan tetaplah ada..,” yaps, betul sekali merdeka di sini yaitu bebas dari penjajah bukan aturan.

            Seperti di daerah lain, ketika tanggal kemerdekaan muncul, pasti akan dirayakan secara heboh, seperti adanya acara kenegaraan, Upacara, Lomba, atau konvoi. Di Baitul ‘Izzah Nusantara para santri/ah mengikuti lomba menari, namun tarian khusus indonesia saja, atau tari daerah, seperti tari piring, jaipong, topeng, dsb. System perlombaan tersebut dengan menampilkan per-kelas masing masing, dan perwakilan satu orang untuk ikut serta solo vocal, perlombaan berjalan dengan lancar dan heboh, rata rata tari yang ditampilkan berasal dari pulau Sumatera, sebagian kecil dari Jawa,Sulawesi, Bahkan Irian jaya pun ada. Namun tak disangka pemenang 3 urutan semua yang menampilkan tarian bernuansa papua, memang nuansa papua itu lucu, heboh dan menarik itu yang membuat para penonton tertarik, apalagi kostum mereka yang compang camping membuat acara semakin berwarna.

            Di kubu solo vocal pemenang 3 urutannya adalah Dani setiawan yang pertama, ia adalah pemenang di pentas solo vocal tahun lalu, yang kedua yaitu Hazimah, murid baru yang ternyata suaranya menggelegar menggetarkan pondok, dan yang ketiga Andini, dia memang sudah tak jarang tampil diacara-acara sebagai penyanyi maka tak heran ia bisa menempati perunggu, Begitulah meriahnya acara Dirgahayu Indonesia ke 72 versi Baitul ‘Izzah Nusantara.

            Semoga Indonesia menjadi negara yang maju dan mampu mewujudkan otak otak yang berguna untuk indonesia kedepannya.., Amiin

            Jayalah Indonesia Merdeka..Merdeka..Merdeka Allahuakbar!

Sekian..:)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                           

                                                                                                            By : VanzVigor_jr08

17 AGUSTUS 1945 DAN 2017 VERSI BAITUL ‘IZZAH NUSANTARA

            “Merdeka...!merdeka..!merdeka..!,, Allahu akbar!” Begitulah semangat juang pimpinan pondok pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara, saat mengobarkan pidatonya di panggung merah putih berkilau, dihadapan para santri/ah  K.H Beno Purba berpidato tentang kemerdekaan Indonesia, kala matahari menyinari dasar lapangan menerangi banner besar yang terpangpang wajah pak Soekarno dan Kyai Beno yang bisa dibilang cukup mirip bila disamakan, tanpa halang rintang pada waktu itu pula Kyai Beno melantangkan kata katanya yang penuh makna.

            Teringat padanya perjuangan perjuangan rakyat semesta di jaman dahulu, yang berjuang keras melawan sekutu demi tanah air yang suci, beberapa pepatah kata yang beliau katakan adalah “Banyak orang yang keliru dengan proses kemerdekaan Indonesia, sebenarnya bukan BPUPKI saja yang memerdekakan sang Indonesia raya, tapi seluruh insan yang ikhlas berjuang untuk negaranya. Mulai dari orang-orang kecil hingga orang-orang besar tiada yang acuh terhadap kemerdekaan kala itu, semua rela mengorbankan nyawanya demi keberhasilan anakcucunya, jadi tak mungkin bila BPUPKI sendiri yang memangkul negara ini.”

            Terwujudnya seantero nusantara ini bukan hasil egoisme tapi dengan saling pangkul memangkul bantu sama lain. Oleh karena itu hargailah dan syukuri jasa para pahlawan di masa kelam.

            Tak terasa 72 tahun sudah umur sang Raya tanpa kita sadari 2017 menjadi momentum penambah tahun yang baru, tapi apakah kalian sudah merasa bahwa indonesia merdeka? Apakah indonesia merdeka dengan korupsinya yang merajalela? dan narkobanya yang meratulela?Tidak!!! Korupsi bukan ciri republik merdeka, Narkoba adalah alat penjajah untuk menjajah akal masyarakat, oleh karena itu jadikanlah indonesia sebagai negara anti KorNar(Korupsi dan Narkoba)

            Merdekaa!, sebelumnya menurut istilah kalian sendiri apa itu “merdeka”? kalau menurut saya merdeka itu bebas! Kyai Beno mengatakan dalam pidatonya”Ingat! Merdeka itu bebas .., tapi bukan bebas dari aturan, aturan tetaplah ada..,” yaps, betul sekali merdeka di sini yaitu bebas dari penjajah bukan aturan.

            Seperti di daerah lain, ketika tanggal kemerdekaan muncul, pasti akan dirayakan secara heboh, seperti adanya acara kenegaraan, Upacara, Lomba, atau konvoi. Di Baitul ‘Izzah Nusantara para santri/ah mengikuti lomba menari, namun tarian khusus indonesia saja, atau tari daerah, seperti tari piring, jaipong, topeng, dsb. System perlombaan tersebut dengan menampilkan per-kelas masing masing, dan perwakilan satu orang untuk ikut serta solo vocal, perlombaan berjalan dengan lancar dan heboh, rata rata tari yang ditampilkan berasal dari pulau Sumatera, sebagian kecil dari Jawa,Sulawesi, Bahkan Irian jaya pun ada. Namun tak disangka pemenang 3 urutan semua yang menampilkan tarian bernuansa papua, memang nuansa papua itu lucu, heboh dan menarik itu yang membuat para penonton tertarik, apalagi kostum mereka yang compang camping membuat acara semakin berwarna.

            Di kubu solo vocal pemenang 3 urutannya adalah Dani setiawan yang pertama, ia adalah pemenang di pentas solo vocal tahun lalu, yang kedua yaitu Hazimah, murid baru yang ternyata suaranya menggelegar menggetarkan pondok, dan yang ketiga Andini, dia memang sudah tak jarang tampil diacara-acara sebagai penyanyi maka tak heran ia bisa menempati perunggu, Begitulah meriahnya acara Dirgahayu Indonesia ke 72 versi Baitul ‘Izzah Nusantara.

            Semoga Indonesia menjadi negara yang maju dan mampu mewujudkan otak otak yang berguna untuk indonesia kedepannya.., Amiin

            Jayalah Indonesia Merdeka..Merdeka..Merdeka Allahuakbar!

Sekian..:)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                           

                                                                                                            By : VanzVigor_jr08

17 AGUSTUS 1945 DAN 2017 VERSI BAITUL ‘IZZAH NUSANTARA

            “Merdeka...!merdeka..!merdeka..!,, Allahu akbar!” Begitulah semangat juang pimpinan pondok pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara, saat mengobarkan pidatonya di panggung merah putih berkilau, dihadapan para santri/ah  K.H Beno Purba berpidato tentang kemerdekaan Indonesia, kala matahari menyinari dasar lapangan menerangi banner besar yang terpangpang wajah pak Soekarno dan Kyai Beno yang bisa dibilang cukup mirip bila disamakan, tanpa halang rintang pada waktu itu pula Kyai Beno melantangkan kata katanya yang penuh makna.

            Teringat padanya perjuangan perjuangan rakyat semesta di jaman dahulu, yang berjuang keras melawan sekutu demi tanah air yang suci, beberapa pepatah kata yang beliau katakan adalah “Banyak orang yang keliru dengan proses kemerdekaan Indonesia, sebenarnya bukan BPUPKI saja yang memerdekakan sang Indonesia raya, tapi seluruh insan yang ikhlas berjuang untuk negaranya. Mulai dari orang-orang kecil hingga orang-orang besar tiada yang acuh terhadap kemerdekaan kala itu, semua rela mengorbankan nyawanya demi keberhasilan anakcucunya, jadi tak mungkin bila BPUPKI sendiri yang memangkul negara ini.”

            Terwujudnya seantero nusantara ini bukan hasil egoisme tapi dengan saling pangkul memangkul bantu sama lain. Oleh karena itu hargailah dan syukuri jasa para pahlawan di masa kelam.

            Tak terasa 72 tahun sudah umur sang Raya tanpa kita sadari 2017 menjadi momentum penambah tahun yang baru, tapi apakah kalian sudah merasa bahwa indonesia merdeka? Apakah indonesia merdeka dengan korupsinya yang merajalela? dan narkobanya yang meratulela?Tidak!!! Korupsi bukan ciri republik merdeka, Narkoba adalah alat penjajah untuk menjajah akal masyarakat, oleh karena itu jadikanlah indonesia sebagai negara anti KorNar(Korupsi dan Narkoba)

            Merdekaa!, sebelumnya menurut istilah kalian sendiri apa itu “merdeka”? kalau menurut saya merdeka itu bebas! Kyai Beno mengatakan dalam pidatonya”Ingat! Merdeka itu bebas .., tapi bukan bebas dari aturan, aturan tetaplah ada..,” yaps, betul sekali merdeka di sini yaitu bebas dari penjajah bukan aturan.

            Seperti di daerah lain, ketika tanggal kemerdekaan muncul, pasti akan dirayakan secara heboh, seperti adanya acara kenegaraan, Upacara, Lomba, atau konvoi. Di Baitul ‘Izzah Nusantara para santri/ah mengikuti lomba menari, namun tarian khusus indonesia saja, atau tari daerah, seperti tari piring, jaipong, topeng, dsb. System perlombaan tersebut dengan menampilkan per-kelas masing masing, dan perwakilan satu orang untuk ikut serta solo vocal, perlombaan berjalan dengan lancar dan heboh, rata rata tari yang ditampilkan berasal dari pulau Sumatera, sebagian kecil dari Jawa,Sulawesi, Bahkan Irian jaya pun ada. Namun tak disangka pemenang 3 urutan semua yang menampilkan tarian bernuansa papua, memang nuansa papua itu lucu, heboh dan menarik itu yang membuat para penonton tertarik, apalagi kostum mereka yang compang camping membuat acara semakin berwarna.

            Di kubu solo vocal pemenang 3 urutannya adalah Dani setiawan yang pertama, ia adalah pemenang di pentas solo vocal tahun lalu, yang kedua yaitu Hazimah, murid baru yang ternyata suaranya menggelegar menggetarkan pondok, dan yang ketiga Andini, dia memang sudah tak jarang tampil diacara-acara sebagai penyanyi maka tak heran ia bisa menempati perunggu, Begitulah meriahnya acara Dirgahayu Indonesia ke 72 versi Baitul ‘Izzah Nusantara.

            Semoga Indonesia menjadi negara yang maju dan mampu mewujudkan otak otak yang berguna untuk indonesia kedepannya.., Amiin

            Jayalah Indonesia Merdeka..Merdeka..Merdeka Allahuakbar!

Sekian..:)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                           

                                                                                                            By : VanzVigor_jr08

17 AGUSTUS 1945 DAN 2017 VERSI BAITUL ‘IZZAH NUSANTARA

            “Merdeka...!merdeka..!merdeka..!,, Allahu akbar!” Begitulah semangat juang pimpinan pondok pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara, saat mengobarkan pidatonya di panggung merah putih berkilau, dihadapan para santri/ah  K.H Beno Purba berpidato tentang kemerdekaan Indonesia, kala matahari menyinari dasar lapangan menerangi banner besar yang terpangpang wajah pak Soekarno dan Kyai Beno yang bisa dibilang cukup mirip bila disamakan, tanpa halang rintang pada waktu itu pula Kyai Beno melantangkan kata katanya yang penuh makna.

            Teringat padanya perjuangan perjuangan rakyat semesta di jaman dahulu, yang berjuang keras melawan sekutu demi tanah air yang suci, beberapa pepatah kata yang beliau katakan adalah “Banyak orang yang keliru dengan proses kemerdekaan Indonesia, sebenarnya bukan BPUPKI saja yang memerdekakan sang Indonesia raya, tapi seluruh insan yang ikhlas berjuang untuk negaranya. Mulai dari orang-orang kecil hingga orang-orang besar tiada yang acuh terhadap kemerdekaan kala itu, semua rela mengorbankan nyawanya demi keberhasilan anakcucunya, jadi tak mungkin bila BPUPKI sendiri yang memangkul negara ini.”

            Terwujudnya seantero nusantara ini bukan hasil egoisme tapi dengan saling pangkul memangkul bantu sama lain. Oleh karena itu hargailah dan syukuri jasa para pahlawan di masa kelam.

            Tak terasa 72 tahun sudah umur sang Raya tanpa kita sadari 2017 menjadi momentum penambah tahun yang baru, tapi apakah kalian sudah merasa bahwa indonesia merdeka? Apakah indonesia merdeka dengan korupsinya yang merajalela? dan narkobanya yang meratulela?Tidak!!! Korupsi bukan ciri republik merdeka, Narkoba adalah alat penjajah untuk menjajah akal masyarakat, oleh karena itu jadikanlah indonesia sebagai negara anti KorNar(Korupsi dan Narkoba)

            Merdekaa!, sebelumnya menurut istilah kalian sendiri apa itu “merdeka”? kalau menurut saya merdeka itu bebas! Kyai Beno mengatakan dalam pidatonya”Ingat! Merdeka itu bebas .., tapi bukan bebas dari aturan, aturan tetaplah ada..,” yaps, betul sekali merdeka di sini yaitu bebas dari penjajah bukan aturan.

            Seperti di daerah lain, ketika tanggal kemerdekaan muncul, pasti akan dirayakan secara heboh, seperti adanya acara kenegaraan, Upacara, Lomba, atau konvoi. Di Baitul ‘Izzah Nusantara para santri/ah mengikuti lomba menari, namun tarian khusus indonesia saja, atau tari daerah, seperti tari piring, jaipong, topeng, dsb. System perlombaan tersebut dengan menampilkan per-kelas masing masing, dan perwakilan satu orang untuk ikut serta solo vocal, perlombaan berjalan dengan lancar dan heboh, rata rata tari yang ditampilkan berasal dari pulau Sumatera, sebagian kecil dari Jawa,Sulawesi, Bahkan Irian jaya pun ada. Namun tak disangka pemenang 3 urutan semua yang menampilkan tarian bernuansa papua, memang nuansa papua itu lucu, heboh dan menarik itu yang membuat para penonton tertarik, apalagi kostum mereka yang compang camping membuat acara semakin berwarna.

            Di kubu solo vocal pemenang 3 urutannya adalah Dani setiawan yang pertama, ia adalah pemenang di pentas solo vocal tahun lalu, yang kedua yaitu Hazimah, murid baru yang ternyata suaranya menggelegar menggetarkan pondok, dan yang ketiga Andini, dia memang sudah tak jarang tampil diacara-acara sebagai penyanyi maka tak heran ia bisa menempati perunggu, Begitulah meriahnya acara Dirgahayu Indonesia ke 72 versi Baitul ‘Izzah Nusantara.

            Semoga Indonesia menjadi negara yang maju dan mampu mewujudkan otak otak yang berguna untuk indonesia kedepannya.., Amiin

            Jayalah Indonesia Merdeka..Merdeka..Merdeka Allahuakbar!

Sekian..:)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                           

                                                                                                            By : VanzVigor_jr08

17 AGUSTUS 1945 DAN 2017 VERSI BAITUL ‘IZZAH NUSANTARA

            “Merdeka...!merdeka..!merdeka..!,, Allahu akbar!” Begitulah semangat juang pimpinan pondok pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara, saat mengobarkan pidatonya di panggung merah putih berkilau, dihadapan para santri/ah  K.H Beno Purba berpidato tentang kemerdekaan Indonesia, kala matahari menyinari dasar lapangan menerangi banner besar yang terpangpang wajah pak Soekarno dan Kyai Beno yang bisa dibilang cukup mirip bila disamakan, tanpa halang rintang pada waktu itu pula Kyai Beno melantangkan kata katanya yang penuh makna.

            Teringat padanya perjuangan perjuangan rakyat semesta di jaman dahulu, yang berjuang keras melawan sekutu demi tanah air yang suci, beberapa pepatah kata yang beliau katakan adalah “Banyak orang yang keliru dengan proses kemerdekaan Indonesia, sebenarnya bukan BPUPKI saja yang memerdekakan sang Indonesia raya, tapi seluruh insan yang ikhlas berjuang untuk negaranya. Mulai dari orang-orang kecil hingga orang-orang besar tiada yang acuh terhadap kemerdekaan kala itu, semua rela mengorbankan nyawanya demi keberhasilan anakcucunya, jadi tak mungkin bila BPUPKI sendiri yang memangkul negara ini.”

            Terwujudnya seantero nusantara ini bukan hasil egoisme tapi dengan saling pangkul memangkul bantu sama lain. Oleh karena itu hargailah dan syukuri jasa para pahlawan di masa kelam.

            Tak terasa 72 tahun sudah umur sang Raya tanpa kita sadari 2017 menjadi momentum penambah tahun yang baru, tapi apakah kalian sudah merasa bahwa indonesia merdeka? Apakah indonesia merdeka dengan korupsinya yang merajalela? dan narkobanya yang meratulela?Tidak!!! Korupsi bukan ciri republik merdeka, Narkoba adalah alat penjajah untuk menjajah akal masyarakat, oleh karena itu jadikanlah indonesia sebagai negara anti KorNar(Korupsi dan Narkoba)

            Merdekaa!, sebelumnya menurut istilah kalian sendiri apa itu “merdeka”? kalau menurut saya merdeka itu bebas! Kyai Beno mengatakan dalam pidatonya”Ingat! Merdeka itu bebas .., tapi bukan bebas dari aturan, aturan tetaplah ada..,” yaps, betul sekali merdeka di sini yaitu bebas dari penjajah bukan aturan.

            Seperti di daerah lain, ketika tanggal kemerdekaan muncul, pasti akan dirayakan secara heboh, seperti adanya acara kenegaraan, Upacara, Lomba, atau konvoi. Di Baitul ‘Izzah Nusantara para santri/ah mengikuti lomba menari, namun tarian khusus indonesia saja, atau tari daerah, seperti tari piring, jaipong, topeng, dsb. System perlombaan tersebut dengan menampilkan per-kelas masing masing, dan perwakilan satu orang untuk ikut serta solo vocal, perlombaan berjalan dengan lancar dan heboh, rata rata tari yang ditampilkan berasal dari pulau Sumatera, sebagian kecil dari Jawa,Sulawesi, Bahkan Irian jaya pun ada. Namun tak disangka pemenang 3 urutan semua yang menampilkan tarian bernuansa papua, memang nuansa papua itu lucu, heboh dan menarik itu yang membuat para penonton tertarik, apalagi kostum mereka yang compang camping membuat acara semakin berwarna.

            Di kubu solo vocal pemenang 3 urutannya adalah Dani setiawan yang pertama, ia adalah pemenang di pentas solo vocal tahun lalu, yang kedua yaitu Hazimah, murid baru yang ternyata suaranya menggelegar menggetarkan pondok, dan yang ketiga Andini, dia memang sudah tak jarang tampil diacara-acara sebagai penyanyi maka tak heran ia bisa menempati perunggu, Begitulah meriahnya acara Dirgahayu Indonesia ke 72 versi Baitul ‘Izzah Nusantara.

            Semoga Indonesia menjadi negara yang maju dan mampu mewujudkan otak otak yang berguna untuk indonesia kedepannya.., Amiin

            Jayalah Indonesia Merdeka..Merdeka..Merdeka Allahuakbar!

Sekian..:)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                           

                                                                                                            By : VanzVigor_jr08

17 AGUSTUS 1945 DAN 2017 VERSI BAITUL ‘IZZAH NUSANTARA

            “Merdeka...!merdeka..!merdeka..!,, Allahu akbar!” Begitulah semangat juang pimpinan pondok pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara, saat mengobarkan pidatonya di panggung merah putih berkilau, dihadapan para santri/ah  K.H Beno Purba berpidato tentang kemerdekaan Indonesia, kala matahari menyinari dasar lapangan menerangi banner besar yang terpangpang wajah pak Soekarno dan Kyai Beno yang bisa dibilang cukup mirip bila disamakan, tanpa halang rintang pada waktu itu pula Kyai Beno melantangkan kata katanya yang penuh makna.

            Teringat padanya perjuangan perjuangan rakyat semesta di jaman dahulu, yang berjuang keras melawan sekutu demi tanah air yang suci, beberapa pepatah kata yang beliau katakan adalah “Banyak orang yang keliru dengan proses kemerdekaan Indonesia, sebenarnya bukan BPUPKI saja yang memerdekakan sang Indonesia raya, tapi seluruh insan yang ikhlas berjuang untuk negaranya. Mulai dari orang-orang kecil hingga orang-orang besar tiada yang acuh terhadap kemerdekaan kala itu, semua rela mengorbankan nyawanya demi keberhasilan anakcucunya, jadi tak mungkin bila BPUPKI sendiri yang memangkul negara ini.”

            Terwujudnya seantero nusantara ini bukan hasil egoisme tapi dengan saling pangkul memangkul bantu sama lain. Oleh karena itu hargailah dan syukuri jasa para pahlawan di masa kelam.

            Tak terasa 72 tahun sudah umur sang Raya tanpa kita sadari 2017 menjadi momentum penambah tahun yang baru, tapi apakah kalian sudah merasa bahwa indonesia merdeka? Apakah indonesia merdeka dengan korupsinya yang merajalela? dan narkobanya yang meratulela?Tidak!!! Korupsi bukan ciri republik merdeka, Narkoba adalah alat penjajah untuk menjajah akal masyarakat, oleh karena itu jadikanlah indonesia sebagai negara anti KorNar(Korupsi dan Narkoba)

            Merdekaa!, sebelumnya menurut istilah kalian sendiri apa itu “merdeka”? kalau menurut saya merdeka itu bebas! Kyai Beno mengatakan dalam pidatonya”Ingat! Merdeka itu bebas .., tapi bukan bebas dari aturan, aturan tetaplah ada..,” yaps, betul sekali merdeka di sini yaitu bebas dari penjajah bukan aturan.

            Seperti di daerah lain, ketika tanggal kemerdekaan muncul, pasti akan dirayakan secara heboh, seperti adanya acara kenegaraan, Upacara, Lomba, atau konvoi. Di Baitul ‘Izzah Nusantara para santri/ah mengikuti lomba menari, namun tarian khusus indonesia saja, atau tari daerah, seperti tari piring, jaipong, topeng, dsb. System perlombaan tersebut dengan menampilkan per-kelas masing masing, dan perwakilan satu orang untuk ikut serta solo vocal, perlombaan berjalan dengan lancar dan heboh, rata rata tari yang ditampilkan berasal dari pulau Sumatera, sebagian kecil dari Jawa,Sulawesi, Bahkan Irian jaya pun ada. Namun tak disangka pemenang 3 urutan semua yang menampilkan tarian bernuansa papua, memang nuansa papua itu lucu, heboh dan menarik itu yang membuat para penonton tertarik, apalagi kostum mereka yang compang camping membuat acara semakin berwarna.

            Di kubu solo vocal pemenang 3 urutannya adalah Dani setiawan yang pertama, ia adalah pemenang di pentas solo vocal tahun lalu, yang kedua yaitu Hazimah, murid baru yang ternyata suaranya menggelegar menggetarkan pondok, dan yang ketiga Andini, dia memang sudah tak jarang tampil diacara-acara sebagai penyanyi maka tak heran ia bisa menempati perunggu, Begitulah meriahnya acara Dirgahayu Indonesia ke 72 versi Baitul ‘Izzah Nusantara.

            Semoga Indonesia menjadi negara yang maju dan mampu mewujudkan otak otak yang berguna untuk indonesia kedepannya.., Amiin

            Jayalah Indonesia Merdeka..Merdeka..Merdeka Allahuakbar!

Sekian..:)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                           

                                                                                                            By : VanzVigor_jr08

17 AGUSTUS 1945 DAN 2017 VERSI BAITUL ‘IZZAH NUSANTARA

            “Merdeka...!merdeka..!merdeka..!,, Allahu akbar!” Begitulah semangat juang pimpinan pondok pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara, saat mengobarkan pidatonya di panggung merah putih berkilau, dihadapan para santri/ah  K.H Beno Purba berpidato tentang kemerdekaan Indonesia, kala matahari menyinari dasar lapangan menerangi banner besar yang terpangpang wajah pak Soekarno dan Kyai Beno yang bisa dibilang cukup mirip bila disamakan, tanpa halang rintang pada waktu itu pula Kyai Beno melantangkan kata katanya yang penuh makna.

            Teringat padanya perjuangan perjuangan rakyat semesta di jaman dahulu, yang berjuang keras melawan sekutu demi tanah air yang suci, beberapa pepatah kata yang beliau katakan adalah “Banyak orang yang keliru dengan proses kemerdekaan Indonesia, sebenarnya bukan BPUPKI saja yang memerdekakan sang Indonesia raya, tapi seluruh insan yang ikhlas berjuang untuk negaranya. Mulai dari orang-orang kecil hingga orang-orang besar tiada yang acuh terhadap kemerdekaan kala itu, semua rela mengorbankan nyawanya demi keberhasilan anakcucunya, jadi tak mungkin bila BPUPKI sendiri yang memangkul negara ini.”

            Terwujudnya seantero nusantara ini bukan hasil egoisme tapi dengan saling pangkul memangkul bantu sama lain. Oleh karena itu hargailah dan syukuri jasa para pahlawan di masa kelam.

            Tak terasa 72 tahun sudah umur sang Raya tanpa kita sadari 2017 menjadi momentum penambah tahun yang baru, tapi apakah kalian sudah merasa bahwa indonesia merdeka? Apakah indonesia merdeka dengan korupsinya yang merajalela? dan narkobanya yang meratulela?Tidak!!! Korupsi bukan ciri republik merdeka, Narkoba adalah alat penjajah untuk menjajah akal masyarakat, oleh karena itu jadikanlah indonesia sebagai negara anti KorNar(Korupsi dan Narkoba)

            Merdekaa!, sebelumnya menurut istilah kalian sendiri apa itu “merdeka”? kalau menurut saya merdeka itu bebas! Kyai Beno mengatakan dalam pidatonya”Ingat! Merdeka itu bebas .., tapi bukan bebas dari aturan, aturan tetaplah ada..,” yaps, betul sekali merdeka di sini yaitu bebas dari penjajah bukan aturan.

            Seperti di daerah lain, ketika tanggal kemerdekaan muncul, pasti akan dirayakan secara heboh, seperti adanya acara kenegaraan, Upacara, Lomba, atau konvoi. Di Baitul ‘Izzah Nusantara para santri/ah mengikuti lomba menari, namun tarian khusus indonesia saja, atau tari daerah, seperti tari piring, jaipong, topeng, dsb. System perlombaan tersebut dengan menampilkan per-kelas masing masing, dan perwakilan satu orang untuk ikut serta solo vocal, perlombaan berjalan dengan lancar dan heboh, rata rata tari yang ditampilkan berasal dari pulau Sumatera, sebagian kecil dari Jawa,Sulawesi, Bahkan Irian jaya pun ada. Namun tak disangka pemenang 3 urutan semua yang menampilkan tarian bernuansa papua, memang nuansa papua itu lucu, heboh dan menarik itu yang membuat para penonton tertarik, apalagi kostum mereka yang compang camping membuat acara semakin berwarna.

            Di kubu solo vocal pemenang 3 urutannya adalah Dani setiawan yang pertama, ia adalah pemenang di pentas solo vocal tahun lalu, yang kedua yaitu Hazimah, murid baru yang ternyata suaranya menggelegar menggetarkan pondok, dan yang ketiga Andini, dia memang sudah tak jarang tampil diacara-acara sebagai penyanyi maka tak heran ia bisa menempati perunggu, Begitulah meriahnya acara Dirgahayu Indonesia ke 72 versi Baitul ‘Izzah Nusantara.

            Semoga Indonesia menjadi negara yang maju dan mampu mewujudkan otak otak yang berguna untuk indonesia kedepannya.., Amiin

            Jayalah Indonesia Merdeka..Merdeka..Merdeka Allahuakbar!

Sekian..:)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                           

                                                                                                            By : VanzVigor_jr08

17 AGUSTUS 1945 DAN 2017 VERSI BAITUL ‘IZZAH NUSANTARA

            “Merdeka...!merdeka..!merdeka..!,, Allahu akbar!” Begitulah semangat juang pimpinan pondok pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara, saat mengobarkan pidatonya di panggung merah putih berkilau, dihadapan para santri/ah  K.H Beno Purba berpidato tentang kemerdekaan Indonesia, kala matahari menyinari dasar lapangan menerangi banner besar yang terpangpang wajah pak Soekarno dan Kyai Beno yang bisa dibilang cukup mirip bila disamakan, tanpa halang rintang pada waktu itu pula Kyai Beno melantangkan kata katanya yang penuh makna.

            Teringat padanya perjuangan perjuangan rakyat semesta di jaman dahulu, yang berjuang keras melawan sekutu demi tanah air yang suci, beberapa pepatah kata yang beliau katakan adalah “Banyak orang yang keliru dengan proses kemerdekaan Indonesia, sebenarnya bukan BPUPKI saja yang memerdekakan sang Indonesia raya, tapi seluruh insan yang ikhlas berjuang untuk negaranya. Mulai dari orang-orang kecil hingga orang-orang besar tiada yang acuh terhadap kemerdekaan kala itu, semua rela mengorbankan nyawanya demi keberhasilan anakcucunya, jadi tak mungkin bila BPUPKI sendiri yang memangkul negara ini.”

            Terwujudnya seantero nusantara ini bukan hasil egoisme tapi dengan saling pangkul memangkul bantu sama lain. Oleh karena itu hargailah dan syukuri jasa para pahlawan di masa kelam.

            Tak terasa 72 tahun sudah umur sang Raya tanpa kita sadari 2017 menjadi momentum penambah tahun yang baru, tapi apakah kalian sudah merasa bahwa indonesia merdeka? Apakah indonesia merdeka dengan korupsinya yang merajalela? dan narkobanya yang meratulela?Tidak!!! Korupsi bukan ciri republik merdeka, Narkoba adalah alat penjajah untuk menjajah akal masyarakat, oleh karena itu jadikanlah indonesia sebagai negara anti KorNar(Korupsi dan Narkoba)

            Merdekaa!, sebelumnya menurut istilah kalian sendiri apa itu “merdeka”? kalau menurut saya merdeka itu bebas! Kyai Beno mengatakan dalam pidatonya”Ingat! Merdeka itu bebas .., tapi bukan bebas dari aturan, aturan tetaplah ada..,” yaps, betul sekali merdeka di sini yaitu bebas dari penjajah bukan aturan.

            Seperti di daerah lain, ketika tanggal kemerdekaan muncul, pasti akan dirayakan secara heboh, seperti adanya acara kenegaraan, Upacara, Lomba, atau konvoi. Di Baitul ‘Izzah Nusantara para santri/ah mengikuti lomba menari, namun tarian khusus indonesia saja, atau tari daerah, seperti tari piring, jaipong, topeng, dsb. System perlombaan tersebut dengan menampilkan per-kelas masing masing, dan perwakilan satu orang untuk ikut serta solo vocal, perlombaan berjalan dengan lancar dan heboh, rata rata tari yang ditampilkan berasal dari pulau Sumatera, sebagian kecil dari Jawa,Sulawesi, Bahkan Irian jaya pun ada. Namun tak disangka pemenang 3 urutan semua yang menampilkan tarian bernuansa papua, memang nuansa papua itu lucu, heboh dan menarik itu yang membuat para penonton tertarik, apalagi kostum mereka yang compang camping membuat acara semakin berwarna.

            Di kubu solo vocal pemenang 3 urutannya adalah Dani setiawan yang pertama, ia adalah pemenang di pentas solo vocal tahun lalu, yang kedua yaitu Hazimah, murid baru yang ternyata suaranya menggelegar menggetarkan pondok, dan yang ketiga Andini, dia memang sudah tak jarang tampil diacara-acara sebagai penyanyi maka tak heran ia bisa menempati perunggu, Begitulah meriahnya acara Dirgahayu Indonesia ke 72 versi Baitul ‘Izzah Nusantara.

            Semoga Indonesia menjadi negara yang maju dan mampu mewujudkan otak otak yang berguna untuk indonesia kedepannya.., Amiin

            Jayalah Indonesia Merdeka..Merdeka..Merdeka Allahuakbar!

Sekian..:)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                           

                                                                                                            By : VanzVigor_jr08

17 AGUSTUS 1945 DAN 2017 VERSI BAITUL ‘IZZAH NUSANTARA

            “Merdeka...!merdeka..!merdeka..!,, Allahu akbar!” Begitulah semangat juang pimpinan pondok pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara, saat mengobarkan pidatonya di panggung merah putih berkilau, dihadapan para santri/ah  K.H Beno Purba berpidato tentang kemerdekaan Indonesia, kala matahari menyinari dasar lapangan menerangi banner besar yang terpangpang wajah pak Soekarno dan Kyai Beno yang bisa dibilang cukup mirip bila disamakan, tanpa halang rintang pada waktu itu pula Kyai Beno melantangkan kata katanya yang penuh makna.

            Teringat padanya perjuangan perjuangan rakyat semesta di jaman dahulu, yang berjuang keras melawan sekutu demi tanah air yang suci, beberapa pepatah kata yang beliau katakan adalah “Banyak orang yang keliru dengan proses kemerdekaan Indonesia, sebenarnya bukan BPUPKI saja yang memerdekakan sang Indonesia raya, tapi seluruh insan yang ikhlas berjuang untuk negaranya. Mulai dari orang-orang kecil hingga orang-orang besar tiada yang acuh terhadap kemerdekaan kala itu, semua rela mengorbankan nyawanya demi keberhasilan anakcucunya, jadi tak mungkin bila BPUPKI sendiri yang memangkul negara ini.”

            Terwujudnya seantero nusantara ini bukan hasil egoisme tapi dengan saling pangkul memangkul bantu sama lain. Oleh karena itu hargailah dan syukuri jasa para pahlawan di masa kelam.

            Tak terasa 72 tahun sudah umur sang Raya tanpa kita sadari 2017 menjadi momentum penambah tahun yang baru, tapi apakah kalian sudah merasa bahwa indonesia merdeka? Apakah indonesia merdeka dengan korupsinya yang merajalela? dan narkobanya yang meratulela?Tidak!!! Korupsi bukan ciri republik merdeka, Narkoba adalah alat penjajah untuk menjajah akal masyarakat, oleh karena itu jadikanlah indonesia sebagai negara anti KorNar(Korupsi dan Narkoba)

            Merdekaa!, sebelumnya menurut istilah kalian sendiri apa itu “merdeka”? kalau menurut saya merdeka itu bebas! Kyai Beno mengatakan dalam pidatonya”Ingat! Merdeka itu bebas .., tapi bukan bebas dari aturan, aturan tetaplah ada..,” yaps, betul sekali merdeka di sini yaitu bebas dari penjajah bukan aturan.

            Seperti di daerah lain, ketika tanggal kemerdekaan muncul, pasti akan dirayakan secara heboh, seperti adanya acara kenegaraan, Upacara, Lomba, atau konvoi. Di Baitul ‘Izzah Nusantara para santri/ah mengikuti lomba menari, namun tarian khusus indonesia saja, atau tari daerah, seperti tari piring, jaipong, topeng, dsb. System perlombaan tersebut dengan menampilkan per-kelas masing masing, dan perwakilan satu orang untuk ikut serta solo vocal, perlombaan berjalan dengan lancar dan heboh, rata rata tari yang ditampilkan berasal dari pulau Sumatera, sebagian kecil dari Jawa,Sulawesi, Bahkan Irian jaya pun ada. Namun tak disangka pemenang 3 urutan semua yang menampilkan tarian bernuansa papua, memang nuansa papua itu lucu, heboh dan menarik itu yang membuat para penonton tertarik, apalagi kostum mereka yang compang camping membuat acara semakin berwarna.

            Di kubu solo vocal pemenang 3 urutannya adalah Dani setiawan yang pertama, ia adalah pemenang di pentas solo vocal tahun lalu, yang kedua yaitu Hazimah, murid baru yang ternyata suaranya menggelegar menggetarkan pondok, dan yang ketiga Andini, dia memang sudah tak jarang tampil diacara-acara sebagai penyanyi maka tak heran ia bisa menempati perunggu, Begitulah meriahnya acara Dirgahayu Indonesia ke 72 versi Baitul ‘Izzah Nusantara.

            Semoga Indonesia menjadi negara yang maju dan mampu mewujudkan otak otak yang berguna untuk indonesia kedepannya.., Amiin

            Jayalah Indonesia Merdeka..Merdeka..Merdeka Allahuakbar!

Sekian..:)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                           

                                                                                                            By : VanzVigor_jr08

17 AGUSTUS 1945 DAN 2017 VERSI BAITUL ‘IZZAH NUSANTARA

            “Merdeka...!merdeka..!merdeka..!,, Allahu akbar!” Begitulah semangat juang pimpinan pondok pesantren Baitul ‘Izzah Nusantara, saat mengobarkan pidatonya di panggung merah putih berkilau, dihadapan para santri/ah  K.H Beno Purba berpidato tentang kemerdekaan Indonesia, kala matahari menyinari dasar lapangan menerangi banner besar yang terpangpang wajah pak Soekarno dan Kyai Beno yang bisa dibilang cukup mirip bila disamakan, tanpa halang rintang pada waktu itu pula Kyai Beno melantangkan kata katanya yang penuh makna.

            Teringat padanya perjuangan perjuangan rakyat semesta di jaman dahulu, yang berjuang keras melawan sekutu demi tanah air yang suci, beberapa pepatah kata yang beliau katakan adalah “Banyak orang yang keliru dengan proses kemerdekaan Indonesia, sebenarnya bukan BPUPKI saja yang memerdekakan sang Indonesia raya, tapi seluruh insan yang ikhlas berjuang untuk negaranya. Mulai dari orang-orang kecil hingga orang-orang besar tiada yang acuh terhadap kemerdekaan kala itu, semua rela mengorbankan nyawanya demi keberhasilan anakcucunya, jadi tak mungkin bila BPUPKI sendiri yang memangkul negara ini.”

            Terwujudnya seantero nusantara ini bukan hasil egoisme tapi dengan saling pangkul memangkul bantu sama lain. Oleh karena itu hargailah dan syukuri jasa para pahlawan di masa kelam.

            Tak terasa 72 tahun sudah umur sang Raya ta


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  Opsional, boleh kosong
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini